Tes Kepribadian, Apa Yang dilihat?

Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli

Bang Hairul : Assalamu’alaikum.wr.wb.
Mas, saya sebentar lagi ikut psikotes BPK, gimana strategi dan yang dilihat untuk tes kepribadian (soal paling banyak)? Tolong infonya ya, kalo bisa lengkap dijelasin, strategi menghadapi psikotes setiap sub tesnya. Makasih. Wassalam.

HE he he… KOMPLEKS lho. Alat ungkap yang sangat kompleks dalam analisanya. Banyak macam dari tes kepribadian yang dipakai oleh para psikolog. Mulai dari tes inventori sampai pada tes grafis, dimana masing-masing jenis tes saling melengkapi satu sama lain. Jenis soal tes kepribadian, boleh saya sebut memiliki beberapa macam bagian, diantaranya : tes dalam bentuk invetori, bentuk isian, dan tes grafis.
Secara garis besar kepribadian bisa diungkap dengan dua golongan cara, teknik proyktif dan teknik non proyektif. Teknik proyektif menekankan kepada kebiasaan apa yang sering dilakukan oleh individu. Artinya, seseorang digiring untuk mengungkapkan pengalaman hidupnya melalui sebuah ungkapan diri dalam respon bentuk pelepasan keluar, yaitu pelepasan berupa dorongan-dorongan, tekanan-tekanan isi hati, secara spontan dan mengucur begitu saja tanpa disadari. Yang dilepaskan melalui sebuah media.
Teknik proyektif sendiri bisa berupa proyektif yang menggunakan media sebagai tempat mengucurkannya, misal sebidang kertas. Ada juga proyektif secara verbal, dimana alat ungkapnya seringkali disebut sebagai aperseption test. Tes jenis ini sering digunakan untuk keperluan klinis. Kalau yang pertama tadi dikelompokkan sebagai proyektif non verbal, alat ungkapnya berupa tes grafis. Tes menggambar, mulai Draw A Person, Draw A Tree, Home Tree and Person, dan sebagainya. Sedang tes jenis ini sering diaplikasikan dalam bidang psikologi industri dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Cara menjawabnya, meresponnya, alat tulis yang dipakainya, sikap dalam menjawabnya, tata urutan yang digunakannya pun berbeda-beda. Terlebih lagi penggunaannya, hal ini tergantung dari siapa yang dites dan untuk job specifikation apa yang akan diduduki. Siapa yang dites, adalah jenjang pendidikan apa, usia berapa, bangsa mana?. Job specification apa, adalah untuk posisi jabatan atau jenis pekerjaan apa? Nah inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan bagi para psikolog atau assessor untuk memulai sebuah psikotes. Terlebih bagi para peserta tes, mereka harus tahu apa itu tes kepribadian. Mari kita urai satu-persatu terkait tes yang termasuk teknik proyektif non verbal.

Tes Inventori
Kepribadian seseorang itu berbeda-beda, punya kekhasan masing-masing. Mulai dari pribadi orang daerah Timur sampai Barat Indonesia, tidak ada yang sama. Dalam satu keluarga pun kepribadian seseorang itu berbeda. Oleh karena perlakuan yang diterima pada saat usia perkembangan hingga dewasa setiap orang berbeda. Mulai dari aspek pendidikan, sikap orang tua, sikap keluarga dekat, teman dekat, tetangga, kebiasaan, tontonan, bacaan, kesukaan, dan sebagainya, pasti berbeda.
Nah, disinilah kita bisa memahami, diperlukannya sebuah perlakuan yang berbeda dari setiap orang dalam mengungkap kepribaiannya. Mulai dari sisi, pilihan-pilihan alternative jawaban yang paling dekat sampai yang paling jauh alias sesuai tidak sesuai dengan kebiasaannnya. Menggunakan pertimbangan tersebut diatas makanya disusunlah perangkat tes kepriabdian dalam bentuk inventori. Jumlah masing-masing alat tes kepribadian bentuk ini macam-macam, mulai dari puluhan sampai ratusan soal bahkan lebih dari 500 aitem soal.

Tes Isian
Sebagaimana biasanya dalam sebuah tes apapun, Anda pernah menemui soal tes dalam bentuk isian. Mulai dari mengisi biodata, jawaban pelajaran, pengetahuan umum, sampai pada pengetahuan yang psesifik sesuai background pendidikan. Layaknya dengan sebutan isian, maka pada tes kepribadian jenis ini diharapkan sesorang yang mengisi jawaban pada soal isian tersebut, terungkap mengenai siapa sebenarnya Anda dari sisi penilaian pribadi Anda sendiri maupun pendapat orang lain yang Anda anggap sebagai benar adanya.

Tes Grafis
Metode lain dalam mengungkap sebuah kepribadian, menggunakan gambar. Gambar apa, ya gambar dari goresan tulisan Anda. Lho, kog. Iya, tulisan atau goresan tulisan Anda itu bisa diprediksi seperti apa sebenarnya kepribadian Anda. Anda diminta menggambarkan sebuah objek gambar tertentu, nah dari hasil gambar tadi dianalisa yang akan menghasikan beberapa penialain terkait kepribadian. Apa yang dinilai, pertama arah coretannya, apakah cenderung kearah luar atau kedalam. Nah disini jelas mengandung perbedaan dari segi analisanya nanti. Secara gampangnya, individu tersebut cenderung introvert atau ektrovert dalam kepribadiannya secara umum.
Kedua, kualitas goresannya seperti apa, kuat , lemah atau bahkan tanpa tekanan sama sekali. Hal ini menunjukkan kualitas kekuatan seseorang, semangat membara, maju terus pantang mundur, kelembekan, kurang motivasi, cenderung mengalah dan sebagainya. Nah, ini tergantung dari si Individu tersebut dalam kesehariannya, karena tes grafis ini merupakan bagian dari tes proyetif.
Ketiga, warna dari gambarnya. Lho kog, iya warna gelap terangnya dari gambar tersebut, cenderung seimbang antara hitam dan putih, hitam atau dominan tanpa hitam. Hitam disini adalah kualitas arsirannya. Gelap sekali arsirannya atau kabur dalam arsirannya.
Keempat, lay out gambarnya lebih mengarah kebidang bagian atas, bawah, tengah, cenderung kiri atau kanan dari media yang telah disediakan. Perbedaan pengambilan lay out gambar sangat ditentukan oleh pengalaman hidup masing-masing individu, tidak bisa dibuat-buat dalam pengerjaaan pelepasan proyektifnya. Seseorang yang kesehariannya cenderung penakut atau bimbang dalam mengambil keputusan, hasilnya akan berbeda dengan individu yang tegas dan cepat dalam memutuskan sesuatu.
Dalam psikotes yang diterapkan untuk kegunaan pengungkapan kepribadian sesorang, memang tidak bisa dikelabui. Akan ketahuan sesorang tersebut, apakah sungguh-sungguh dalam mengerjakan atau dibuat-buat dalam pengerjaannya. Istilah kerennya faking good or faking bed. Tergantung dari si Individu dalam menilai tujuan dari psikotes tersebut. Jika posisi yang diharapkan memang disukai, maka akan digunakan faking good, demikian sebaliknya. Tentu saja inilah yang akan mengurnagi validitas dari sebuah tes.
Dari itu semua, terlihat sudah, ternyata yang diungkap dari tes kepribadian adalah kebiasaan-kebiasaan, cara pandang terhadap masalah, kestabilan emosi, pola hubungan atau interaksi baik dengan diri sendiri maupun orang lain, cara pelampiasan tekanan, tingkatan motivasi atau kekuatan semangat, trauma-trauma, bahkan dari tes kepribadian ini bisa dilihat juga taraf kecerdasannya.

About these ads

58 responses to “Tes Kepribadian, Apa Yang dilihat?

  1. Memang benar psikotes itu harus dipersiapkan secara matang, lebih-lebih dalam hal kepribadian. Menurut saya mempersiapkannya tuh , sejak dari lahir hingga saat ini. Jadi tidak perlu kita pusing-pusing harus nyari-nyari bahan psikotes kesana-sini.
    Iya kan, pak?

    ***Yup.

  2. Kalau menghadapi interview, bagaimana, pak?
    Tolong kasih tahu ya. Karena biasanya saya gagalnya di interview.
    Makasih jawabannya.

    ***Tampilkan performance kamu yang prima. Jawab apa yang ditanyakan. Cepat dalam menjawab alias sigap-mantap-dan tepat. Kalau mau menatap, tatap saja mata kirinya atau tatap diantara dua matanya. Tapi akan lebih mantap hasilnya jika tatap mata sebelah kirinya. begitu kira-kira….

    • ***Tampilkan performance kamu yang prima. Jawab apa yang ditanyakan. Cepat dalam menjawab alias sigap-mantap-dan tepat. Kalau mau menatap, tatap saja mata kirinya atau tatap diantara dua matanya. Tapi akan lebih mantap hasilnya jika tatap mata sebelah kirinya. begitu kira-kira….
      Balas

  3. Tulisan tangan, apakah juga masuk tes grafis?
    Sebab, selama ini saya nulis lamaran harus tulisan tangan asli. Supaya dapat dilihat kepribadian kita, benarkah pak?
    Maaf nanya lagi.

    ***itu grafologi alias ilmu tulisan tangan. Tapi setahu saya grafologi adalah ilmu zaman pra ilmiah. Jadi kurang begitu akurat. Semisal kirologi alias ilmu ‘kiro-kiro’, yang keseringan hasilnya keliru lagi-keliru lagi. Itu tanggapan dari saya.

    • ***itu grafologi alias ilmu tulisan tangan. Tapi setahu saya grafologi adalah ilmu zaman pra ilmiah. Jadi kurang begitu akurat. Semisal kirologi alias ilmu ‘kiro-kiro’, yang keseringan hasilnya keliru lagi-keliru lagi. Itu tanggapan dari saya.

  4. wah kompleks juga nggih pak?
    terus kalo tes iq segala macam itu penjelasane piye pak?

    ***Iya, apalagi tes untuk klinis lebih rumit lagi lho.
    Untuk tes IQ dan Sikap kerja serta Manajerial, tunggu tulisan berikutnya.. ya…

    • ***Iya, apalagi tes untuk klinis lebih rumit lagi lho.
      Untuk tes IQ dan Sikap kerja serta Manajerial, tunggu tulisan berikutnya.. ya…

  5. Apa saja yang harus dipersiapkan menjelang Phsycotest? melihat saya pernah beberapa kali ikut Phsycotest dalam beberapa hal bidang, termasuk tes kerja. Alhamdulillah sampai sekarang belum menampakkan hasil yang maksimal.. kemudian apa betul faktor keberuntungan sangat dominan?

    ***Faktor keberuntungan jelas tidak berpengaruh sedikitpun, kenapa? Karena akan sangat terlihat dalam crosscheque dari alat tes lainnya.
    Persiapan yang harus dilakukan, fisik dan mental. Fisik dengan istirahat cukup, jaga kondisi kesehatan. Mental tidak perlu stres, enjoy aja, kerjakan dengan senang. Belajar seperti biasa, jangan baca buku yang menjerumuskan. Untuk penjelasan lebih detail, silakan baca tulisan terkait lainnya di blog sa ini, ada banyak kog (seperti: tips lulus psikotes dll).
    Selamat membaca dan mengaplikasikan, semoga sukses, amin.

  6. tanya donk kenapa ya tiap ikut psikotes dalam proses perekrutan karyawan saya ga pernah berhasil, padahal IPK saya lumayan tinggi lho diatas 3,00
    salah saya dimana?

    • Mba Ita yang pinter,…

      dalam rekrutment ada beberapa langkah, biasanya yg pertama adalah seleksi berkas administrasi, lalu tes akademik (awal), terakhir psikotes dan interview. dalam seleksi berkas disana tentu yg dilihat salah satunya IPK.
      dengan mba ita mengikuti psikotes itu artinya, anda telah lulus seleksi berkas dan tes awal…
      Nah, maksud saya coba mba pahami konsep psikotes itu. psikotes adalah mencocokkan (me-matching-kan) antara citra diri mba ita (via hasil psikotes) dengan job-spec yg akan dijalankan nantinya ketia mba ita bekerja pada posisi jabatan tsb.
      so, tidak ada salah disemua pihak. hanya saja ada beberapa kemungkinan yg perlu dilihat antara lain: kecocokan citra diri dg job-spec, jml pelamar dengan jabatan/ posisi yg kosong.
      demikian jawaban saya… smg dipahami.

  7. pak penerimaan tes yang dibanjarbaru jurusan psikologi itu berapa orang yang diterima???
    apakah mungkin ada gelombang keduanya pak klo2 pas pangumuman nanti saya tdk lu”s???

    ***ada 2 S1 Psikologi dalam penerimaan CPNS tahun ini. Silakan baca tulisan saya tentang psikotes yang lain. Semoga sukses psikotes….Aminn.

  8. salam kenal pak..
    saya bisa minta bentuk-bentuk soal psikotes??
    saya akan menghadapi ujian psikotes cpns. tolong ya pak kirimlan ke alamat emailku. trims b4 2 bapak.

  9. Salam kenal juga, mbak Mimi.
    Waah, kalau bentuk soal psikotes cpns sudah banyak sekali beredar dipasaran (toko2 buku). Jadi silakan saja cari di toko buku. Tapi saran saya, gak usah lah spt itu, “lalu bagaimana dhong???” Ya, begini aja, silakan baca terus tulisan saya yang lain tentang tes cpns dll, insyaALLAH mbak Mimi akan tahu maksud saya.
    Silakan persiapkan tes apapun berdasarkan kemampuan mbak aja, gak perlu lah bingung nyari soal2 tentang tes2 apapun.
    Selamat membaca dan belajar, semoga sukses, amin.

    Irsan.

  10. Betul gak sih, kepribadian itu bisa berubah.
    Makasih pak.

    ***Sangat mungkin dan memang harus berubah. penjelasannya ditulisan saya yang lain.
    Makasih juga, mas Subhan…

  11. assalamualaikum pak, bolehkah saya tau beberapa soal phsycotest tentang kepribadian seks saya??? saya ragu, saya ni normal atau biseks???

    ***‘Alaikumussalam.wr.wb
    Wah, alat tes-nya ter-include dalam tes kepribadian keseluruhan je. Yaa, jadi harus ikutan tes asli-nya dhong. Tebal sekali, alat tesnya. Lagi pula saya gak mungkin menyebarluaskannya dalam bentuk apa pun, sesuai kode etik. Maaf lah, sebelumnya.

    • ***‘Alaikumussalam.wr.wb
      Wah, alat tes-nya ter-include dalam tes kepribadian keseluruhan je. Yaa, jadi harus ikutan tes asli-nya dhong. Tebal sekali, alat tesnya. Lagi pula saya gak mungkin menyebarluaskannya dalam bentuk apa pun, sesuai kode etik. Maaf lah, sebelumnya.

  12. pilihlah jawaban yang paling mendekati pribadi anda,jika diantara pilihan tidak ada yang mendekati diri anda ,anda harus tetap memilih yang sesuai dengan pikiran anda,TEST KEPRIBADIAN…ada standart kepribadian tertentu untuk menentukan apakah calon karyawan diterima atau tidak untuk menduduki posisi tertentu pula dalam Perusahaan..APAKAH BENAR TEST INI AKURAT ..BERARTI KALAU PERUSAHAAN MERECRUITE KARYAWAN BARU SUDAH PASTI MEREKA YANG DITERIMA ,SEMUA BERKEPRIBADIAN SAMA ATAU MIRIP DONKKK..trus Perusahaan tidak akan pernah menerima orang dengan kepribadian yang menurut mereka tidak cocok dengan standarisasi mereka KECUALI MEREKA MAU MERUBAH KEPRIBADIANNYA…atau mungkin mencuci otak dan memory nya dan menjadi pribadi yang sesuai dengan standart mereka…ekstrim banget ya…heeeee

    ***Yach, tugas peserta tes tuh, ikuti aja instruksi tester supaya kita jadi bintang diproses psikotes. Urusan akurat, jelas akurat karena untuk setiap alat tes ada nilai VALIDITAS dan RELIABILITAS-nya.
    Dan alat tes yang dipegang para psikolog atau assessor itu biasanya sudah tersetandard-kan, makanya namanya quotion.
    Nah, dari jawaban yang sekian ratus jawaban itu, masing-masing dipilah ke klasifikasi masing2, lalu dikonversikan ke tabel standard, nah muncullah skor konversi lalu terlhatlah skor aspek kepribadian peserta tes untuk masing-masing aspek.
    Nah, dari hasil psikotes Kepribadian tersebut untuk selanjutnya di-matc-kan ke job specificatin-nya. Sesuai atau kurang sesuai, mendekati batas normal standard atau tidak. Jika mendekati atau yaah sebutlah sesuai banget –> artinya muncullah rekomendasi : DISARANKAN.
    Atau mungkin mendekati saja –> muncul rekomendasi : MASIH DISARANKAN.
    Bisa jadi bertolak belakan sama sekali dengan job-spec-nya, makanya muncul rekomendasi: TIDAK DISARANKAN.
    Hal ini baru satu aspek saja, Kepribadian. Belum aspek yang lain, Kapasitas Intelektual dan Pola Kerja atau Sikap Kerja. Ditambah lagi Pola manajerial individu. dll

    Semoga mencerahkan sedikit dari pandangan Sampeyan terkait psikotes aspek kepribadian ini.
    Selamat berubah, semoga menjadi pribadi yang menyenangkan….
    Salam dari saya, Ahmad Nur Irsan Finazli.

    • [Unquote]: Urusan akurat, jelas akurat karena untuk setiap alat tes ada nilai VALIDITAS dan RELIABILITAS-nya.

      [Quote]: Menurut saya, tidak demikian juga. Kalau org psikiater mencoba membuat pendekatan dalam penilaian kepribadian orang, maka kesimpulan bahwa psikiater tsb 99% memberikan informasi akurat, maka persepsi psikiater tsb sungguh terlalu.

      • Deby yang baik…
        psikotes bukanlah segala-galanya, dia hanyalah tools prediksi saja. shg kebenarannya yg mutlak 100% juga tidak mungkin.
        maka itu ada standarnya, kita menggunakan patokan. nah patokan itu lah yg menjadi salah satu alat baca kita. Kalo ada yg membuat analisa tanpa menggunakan standard tsb ya itu un-adekuat.
        terimakasih ya….

    • ***Yach, tugas peserta tes tuh, ikuti aja instruksi tester supaya kita jadi bintang diproses psikotes. Urusan akurat, jelas akurat karena untuk setiap alat tes ada nilai VALIDITAS dan RELIABILITAS-nya.
      Dan alat tes yang dipegang para psikolog atau assessor itu biasanya sudah tersetandard-kan, makanya namanya quotion.
      Nah, dari jawaban yang sekian ratus jawaban itu, masing-masing dipilah ke klasifikasi masing2, lalu dikonversikan ke tabel standard, nah muncullah skor konversi lalu terlhatlah skor aspek kepribadian peserta tes untuk masing-masing aspek.
      Nah, dari hasil psikotes Kepribadian tersebut untuk selanjutnya di-matc-kan ke job specificatin-nya. Sesuai atau kurang sesuai, mendekati batas normal standard atau tidak. Jika mendekati atau yaah sebutlah sesuai banget –> artinya muncullah rekomendasi : DISARANKAN.
      Atau mungkin mendekati saja –> muncul rekomendasi : MASIH DISARANKAN.
      Bisa jadi bertolak belakan sama sekali dengan job-spec-nya, makanya muncul rekomendasi: TIDAK DISARANKAN.
      Hal ini baru satu aspek saja, Kepribadian. Belum aspek yang lain, Kapasitas Intelektual dan Pola Kerja atau Sikap Kerja. Ditambah lagi Pola manajerial individu. dll

      Semoga mencerahkan sedikit dari pandangan Sampeyan terkait psikotes aspek kepribadian ini.
      Selamat berubah, semoga menjadi pribadi yang menyenangkan….
      Salam dari saya, Ahmad Nur Irsan Finazli.

  13. MAs kalo CALEG itu kenapa ya tes kepribadiannya bagus,
    tapi kok ya tega mengkorupsi uang rakyat.
    Ini yang salah apa nya ya?
    PSikotest nya, psikiater nya, atau salah pilih rakyat nya kekekekekekekekekekeke

    ***He..he..he.. Siapa bilang tes kepribadian Caleg itu bagus?, paling-paling yang bilang surat rekomendasi atau surat pengantar dari RSJ tempat caleg dites. Padahal kalau mau dibuka, wah segudang gangguan jiwa seabreg dipunyai oleh seyiap caleg. Bahkan tidak caleg aja, setiap kita juga pasti ada gangguannya.
    Cumaaan, gangguannya masih bisa ditolelir atau dengan bahasa mudahnya masih dalam batas normal.
    Nah, disinilah letak kepekaan si Psikiater, apakah akan meloloskan atau tidak.
    Yang saya tahu, di KALSEL sini belum adanya sistem yang terpadu untuk mengetes caleg atau Calon dalam pilkada. Dokter dan Psikolog, serta Psikiater masih mengeluarkan rekomendasi sendiri-sendiri, sehingga semua atas standarnya masing-masing. Belum merupakan semacam SURAT KEPUTUSAN BERSMA, sih.
    Lain halnya dengan korupsi, itulah yang disebut sebagai gangguan kejiwaan. Kadang-kadang muncul- kadang-kadang sirna atau sembunyi (baca: laten). Nah, makanya pilih-lah caleg yang memang sudah terlihat kepribadiannya baik. Urusan nantinya ternyata diluar dugaan, itu urusan selanjutnya –> Partai, Pemerintah, Hukum, dan Masyarakat.
    Yaah, mungkin itu aja dulu jawaban saya…

    • ***He..he..he.. Siapa bilang tes kepribadian Caleg itu bagus?, paling-paling yang bilang surat rekomendasi atau surat pengantar dari RSJ tempat caleg dites. Padahal kalau mau dibuka, wah segudang gangguan jiwa seabreg dipunyai oleh seyiap caleg. Bahkan tidak caleg aja, setiap kita juga pasti ada gangguannya.
      Cumaaan, gangguannya masih bisa ditolelir atau dengan bahasa mudahnya masih dalam batas normal.
      Nah, disinilah letak kepekaan si Psikiater, apakah akan meloloskan atau tidak.
      Yang saya tahu, di KALSEL sini belum adanya sistem yang terpadu untuk mengetes caleg atau Calon dalam pilkada. Dokter dan Psikolog, serta Psikiater masih mengeluarkan rekomendasi sendiri-sendiri, sehingga semua atas standarnya masing-masing. Belum merupakan semacam SURAT KEPUTUSAN BERSMA, sih.
      Lain halnya dengan korupsi, itulah yang disebut sebagai gangguan kejiwaan. Kadang-kadang muncul- kadang-kadang sirna atau sembunyi (baca: laten). Nah, makanya pilih-lah caleg yang memang sudah terlihat kepribadiannya baik. Urusan nantinya ternyata diluar dugaan, itu urusan selanjutnya –> Partai, Pemerintah, Hukum, dan Masyarakat.
      Yaah, mungkin itu aja dulu jawaban saya…

  14. Asalamualaikum mas nur,
    saya pernah juga gagal dalam test yang dimaksudkan saudara miko,waktu itu saya melamar sebagai sales representative. mau tanya kepribadian yang bagaimana sih yang cocok untuk menduduki posisi sales atau marketing?.tanks

    ***“alaikummussalam.wr.wb.
    Sales atau marketing, minimal mempunyai sifat terbuka, gaul, ‘pede’ , artinya mudah bergaul dengan siapa saja. Bisa meyakinkan orang lain, komunikatif, bisa menempatkan diri sesuai ‘sikon’, ramah, murah senyum, pengendalian dirinya siip (tidak mudah tersinggung), dan yang paling penting punya perencanaan yang tertata serta bertanggunbg jawab. Tentu saja juga ada batas minimal kecerdasannya dhong.
    Nah, kesemuanya tadi biasa diungkap dengan psikotes atau assessment.

    • ***“alaikummussalam.wr.wb.
      Sales atau marketing, minimal mempunyai sifat terbuka, gaul, ‘pede’ , artinya mudah bergaul dengan siapa saja. Bisa meyakinkan orang lain, komunikatif, bisa menempatkan diri sesuai ‘sikon’, ramah, murah senyum, pengendalian dirinya siip (tidak mudah tersinggung), dan yang paling penting punya perencanaan yang tertata serta bertanggunbg jawab. Tentu saja juga ada batas minimal kecerdasannya dhong.
      Nah, kesemuanya tadi biasa diungkap dengan psikotes atau assessment.

  15. ass… saya uda liat jawaban bapak. tapi kurag memuaskan. maksud bapak apanya yang ketebalan???
    lok ga ada ya saya mohon apa yang anda ketahui taentang kepribadian seorang biseks???

    ***Yang tebal adalah kumpulan perangkat tes-nya.

    • ***Yang tebal adalah kumpulan perangkat tes-nya.

      nah langkah selanjutnya, saya akan cari tahu menggunakan hypnotherapy (age regression). jika bersedia silakan hubungi Mitrasolusi.

      terimakasih

  16. Mau tanya nech….,Untuk pekerjaan sebagai dosen ada tes Psikotes? tes kepribadian kah..? tes IQ atau tes yang laen…? and punya saran-saran atau tips ngga untuk menghadapi tersebut…?
    terima kasih banyak sebelumnya…

    ***Ada dhonk, semua posisi jelas ada. Hampir semua aspek kita tes, pada prinsipnya tips dan kiat2 hadapi psikotes apa saja itu Sama saja. Khusus tes dosen, saran saya perkut pada micro teaching-nya. Aspek kecerdasan, kepribadian, sikap atau pola kerja, manajerial, itu hampir mirip2 aja dan itu bisa Arifin persiapkan sendiri.
    Yang sebenarnya persiapan itu sudah Arifin siapin sejak masuk pendidikan formal. oke deh, silakan baca2 tulisan saya yang lain, semoga menyemangati.

    • ***Ada dhonk, semua posisi jelas ada. Hampir semua aspek kita tes, pada prinsipnya tips dan kiat2 hadapi psikotes apa saja itu Sama saja. Khusus tes dosen, saran saya perkut pada micro teaching-nya. Aspek kecerdasan, kepribadian, sikap atau pola kerja, manajerial, itu hampir mirip2 aja dan itu bisa Arifin persiapkan sendiri.
      Yang sebenarnya persiapan itu sudah Arifin siapin sejak masuk pendidikan formal. oke deh, silakan baca2 tulisan saya yang lain, semoga menyemangati.

  17. Kalau utk test Phsycotest anak TK utk masuk ke SD.., apakah menjadi tolak ukur.., seperti ..nilai IQ anak saya = 145 dan apakah bisa di tingkatkan utk IQ_nya..? mohon pencerahnya

    terimakasih

  18. mequm,,,
    bisa kirimkan sejarah tes inventori gk + tokoh, jenis2 tes inventori, tujuan dan manfaat dari tes inventori tsb. coz ge butuh bgd neh..
    bisa kan mas..

    • ada tuh di tulisan saya yg lain dalam blog ini….
      atau mau edisi lengkap nanti setelah buku saya terbit ya… mhn doakan…
      terimaksih mba tria

  19. Assalamulaikum pak lewat rubik ini mohon bantuannya bagaimana cara menghadapi phsycotest dalam upaya memperoleh suatu jabatan dalam kedinasan dimana saya kerja,saya pernah mengikuti phsycotest baik grafik dengan gambar ataupun lainnya dengan test pengisian soal-soal lain tapi sampai sekarang saya tidak mengerti apa sebenarnya kreterianya agar dapat sesuai dengan soal-soal yang diujikan karena apa yang saya jawab adalah sesuai dengan hatinurani dan tentunya sesuai kodeetik dalam norma masyarakat jadi inti tidak menyimpang dari norma yang ada baik hukum maupun tatanan dalam masyarakat tapi kenyataannya hasilnya saya tidak lulus juga, untuk itu bagaimanan langkah selanjutnya dalam menghadapi peluang test selanjutnya agar dapat lulus terima kasih pak wasalamulaikum wr.wb

  20. ‘Alaikumussalam.wr.wb.
    Sdr.Willy, ykh.
    Psikotes itu untuk mengungkap atau memprediksi atau mencocokkan calon pemegang jabatan dengan tugas-tugas jabatan nantinya. (juga syarat2 skill tertentu. JAdi lulus tidaknya bukan karena bisa menjawab dengan benar atau tidak. Tapi lulus tidaknya itu tergantung dari cocok tidaknya kita dengan jabatan yang akan kita ampu. Tentu setelah dilihat dari hasil psikotes kita.
    Tenang saja, Pak. Saya doakan semoga Sampeyan cocok dengan jabatan yang memang sesuai dengan pribadi Sampeyan, Amiin.
    Super.

  21. Toing: Psikotes untuk seleksi masuk SD, memang ada yang mensyaratkan. Terutama SD Unggulan, SBI, Akselerasi, Terpadu, yang berbasis lebih lah. TApi ini bukan segalanya, Bu.
    Terbukti di salah satu SDIT di Kota saya, mereka tidak sepenuhnya menggunakan IQ sebagai kriteria, tapi tetap ada pertimbangan. Walau begitu mereka menggukan aspek kemandirian yang lebih utama (siap belajar, bukan siap bermain), artinya IQ bukan satu2nya kriteria.
    Skor IQ anak, sangat bisa fluktuatif. Bisa naik bisa turun tergantung beberapa hal. (silakan baca tulisan saya yang lain tentang Psikotes)..
    Makasih atensinya.

  22. saya pernah ikut physycotest dari kompas , di sana yang di test adalah kepribadian mental dan padngan hidup anda ke depan untuk jangka pendek maupun jangka panjang. nah saya kira-2 ingin tahu dan penasaran sekali bagaimana mereka mengetahui dari hasil jawaban tersebut bahwa kita itu emosi nya ngak stabil lalu ke depan nya kita ngak punya harapan dan kita itu termasuk orang yang prustasi dalam menghadapi hidup ini. Yang saya ingin tanyakan apakah ada test bapak/Ibu miliki dan saya ingin tahu jawaban nya untuk perbandingan diri saya.terima kasih

  23. Handrijanto, ykh.
    Yang namanya psikotes itu adalah sebagai alat prediksi atau alat ungkap saja. Cuman perlu digarisbawahi, bahwa psikotes itu sudah terstandardisasi. Artinya hasilnya diakui oleh semua kalangan (user).
    Kepribadian kita sangat mudah diprediksi, bahkan hanya dengan satu alat ungkap saja. Namun alangkah lebih lengkap jika diungkap dengan berbagai macam alat tes. Mulai dari grafis, inventori, grafologi, sampai interview psikologis.
    Jadi, silakan Mas Han membaca-baca tulisan saya yang lain terkait psikotes ini.
    InsyaALLAH akan tercerahkan. Selamat membaca dan menikmati…

    • ‘alaikumussalam…

      tes kepribadian: tes grafis, tes inventori, juga interview.
      nah utk jelasnya bisa dibaca di tulisan saya yg lain terkait tes kepribadian ya.
      boleh juga tunggu terbit buku saya, edisi lengkap. mhn doanya.

  24. ass… dari berbagai tes kepribadiaan , pribadi seperti apa yang biasanya diperlukan untuk seorang keuangan, saya jurusan akuntansi…terimakasih…

    • ‘alaikumussalam….

      komunikatif, jujur/ integritas tinggi, taat aturan, kerjasama, etika (sopan santun hormat dll), inisiatif. tentu diawali dr total personalitynya…

  25. Saya baru bergabung dengan web panjenengan yang secara otomatis belum membaca tulisan2 panjenengan terdahulu. Mohon bantuan untuk dapat dikirim ke e-mail saya perihal tips/tutorial/pencerahan tes psikologi untuk posisi top manager. Matur nuwun

    • terimakasih, mas Pram dari solo…

      saya persilakan saja untuk membaca seluruh tulisan saya yg ada di weblog saya ini. begitu nggih…
      nuwun mas

  26. Saya selalu tidak lolos psikotes untuk jabatan manager puncak karena tingkat konsistensi kurang. Mohon pencerahan mengenai hal ini dan mohon dijawab di e-mail saya tersebut. Matur Nuwun

    • mba Yeptirani, yang pen-cita top manager…
      semoga ke depannya anda bisa sampai ke sana….

      nah terkait top manager, itu banyak sekali pertimbangannya mba. hampir dari seluruh sudut pasti dinilai. apalagi terkait perusahaan pribadi atau BUMN lebih-lebih PNS.
      insyaallah nanti bisa sharing via tulisan saya teranyar…

  27. pak.saya mw tny msalah phsycotest.
    sbentar lg saya mw mengikuti phsycotest d sbuah perusahaan asing, karena sya sbelumnya blum pernah mengikuti phsycotest, saya mohon bantuanny untk menghadapi phsycotest tsb dan seperti apa yang di ujikan dlm phsycotest tsb.
    di mohon d blz scepatnya.
    terima kasih..

    • mas Lingga, yg aktif…
      maaf baru balas setahunan setelah anda tanya.

      silakan baca tulisan saya mengenai: Cara Lulus Psikotes. dldm blog ini.
      insyaallah tercerahkan.
      sukses ya… amiin

  28. Dear Bp.Nur Irsan Finazli,

    Saya ingin tau sebenarnya bagaimana penilaian terhadap hasil psiko test, ada yang bilang tidak perlu mengerjakan soal sampai selesai, karena yang terpenting adalah setiap jawaban yang diberikan itu benar, tapi ada juga yang bilang kalau soal harus selesai tepat waktu. Lalu apakah benar dan tidaknya jawaban yang diberikan menentukan perolehan nilai?
    tolong dijelaskan, karena saya sering gagal saat psikotes, padahal interview saya cukup baik.

    Terimakasih.

    ***
    untuk Aspek Kecerdasan, kerjakan secepat dan seteliti mungkin, tentu diutamakan benar semua dan dikerjakan semua.
    Aspek Kepribadian,Pola kerja, Manajerial: sesuaikan dengan kondisi diri, yg mendekati kebiasaan diri, artinya jawaban bukan normatif. Soal harus dikerjakan semua.
    Terimakasih Mba Fifi

    • mba fifi, yang tinggi ketertrikannya akan pengetahuan…

      untuk Aspek Kecerdasan, kerjakan secepat dan seteliti mungkin, tentu diutamakan benar semua dan dikerjakan semua.
      Aspek Kepribadian,Pola kerja, Manajerial: sesuaikan dengan kondisi diri, yg mendekati kebiasaan diri, artinya jawaban bukan normatif. Soal harus dikerjakan semua.
      Terimakasih Mba Fifi

  29. mas , mumpung kesasar, saya mau tanya:

    saya punya adek dah 2x dia ikut psikotes (IQ tes tepatnya), yg pertama pas klas 6 SD, dan yg kedua pas klas 3 SMP. nila tes IQ-nya saya pikir cukup rendah. klas 6 SD IQ-nya hanya sekitar 105 (agak lupa tepatnya berapa, yg jelas gk jauh2 dari 100, amplopnya laporannya dah ilang seh), pas klas 3 SMP malah turun jadi cuma 100.
    yg saya heran, dia bisa jadi juara kelas dengan nilai tinggi di tiap semesternya (SD jadi juara kelas trus2an mulai kelas 4, SMP langganan juara 1 di tiap semster)(khan ada tuh, sekolah yg “agak tertinggal”, jadi juara 1 disana bisa jadi juara ke 100 di sekolah yg laen). bahkan kemaren baru masuk diterima di SMA favorit di kota saya dengan modal nila yg tinggi pula.

    gimana nih penjelasannya, apa tes IQ memang bener2 valid, kok sepertinya gk berlaku untuk adik saya yach? harusnya IQ segitu khan cuman bisa punya kemampuan rata2 (berdasarkan hasil browsing di mbah google)?

    TQ

    Yaach, bagus tuh adhiknya ary.
    begini, yang namanya IQ tuh fluktuatif (naik-turun) bukan stagnan (sebagaimana anggapanbanyak orang awam). nah dengan dasar itu juga bahwa boleh jadi ketika di tes awal (SD) itu belum mencerminkan kemampuan adhiknya ary sesungguhnya. maksudnya ada faktor lain, yakni kondisi kesehatan dan psikis (mood atau un-mood). sehingga boleh jadi sebenarnya IQ nya lebih dari itu.
    nah, terkait dg sukses sampai SMP-SMU-PT-Kerja, hal ini bukan semata-mata dr skor IQ saja. Tapi dari Emotional Intelligence dan Spiritual Intelligence. Jadi multi faktor, ary.
    nah utk lebih jelas silakan baca tulisan saya yg lain. penjelasan lebih detail…
    terimakasih.

    • Yaach, bagus tuh adhiknya ary.
      begini, yang namanya IQ tuh fluktuatif (naik-turun) bukan stagnan (sebagaimana anggapanbanyak orang awam). nah dengan dasar itu juga bahwa boleh jadi ketika di tes awal (SD) itu belum mencerminkan kemampuan adhiknya ary sesungguhnya. maksudnya ada faktor lain, yakni kondisi kesehatan dan psikis (mood atau un-mood). sehingga boleh jadi sebenarnya IQ nya lebih dari itu.
      nah, terkait dg sukses sampai SMP-SMU-PT-Kerja, hal ini bukan semata-mata dr skor IQ saja. Tapi dari Emotional Intelligence dan Spiritual Intelligence. Jadi multi faktor, ary.
      nah utk lebih jelas silakan baca tulisan saya yg lain. penjelasan lebih detail…
      terimakasih.

  30. assalamualaikum,,, pak mau nanya nih,,, misalkan pas tes wawancara kita gugup,,, gimana nutupin kegugupan kita itu,,,? trus yang maksud bapak tatap mata kiri.a itu maksud.a pas kita ngomong terus tatap mata kiri si pewawancara itu pak…? truz pak (lagi), test psikotes kepribadian itu bentuknya gimana biasanya…?

    sangat diharapkan bantuannya pak e,,, wassalam

    • ‘alaikumussalam…. ian yg berharap bantuan…

      gugup bukan utk ditutupi, tapi dihadapi dan dikendalikan. caranya tarik nafas yang dalam melalui hidup lalu hembuskan berlahan melalui mulut mas ian. ulangi sebanyak tiga kali atau cukup sampai tenang dirimu.

      maksud saya, utk rasa hormat anda tatap diantara kedua mata interviewernya… (jangan sekali-kali menunduk terus tanpa berani menatap wajahnya). Nah utk menjawab pertanyaannya dan anda bisa mengarahkan dg baik, maka tipsnya tatap mata kiri dia (jk interviewernya laki2), demikian sebaliknya.

      nah mengenai bentuk tes kepribadian, ian bisa lihat ditulisan saya yg lain… banyak tuh. semoga mencerahkan….
      sukses ya… amiin

  31. Assalamualaikum..
    Mau tanya mas.
    kalo ada salah satu tes yg kita anggap jelek tp tes yg lainya bagus,apa msh ada kemungkinan lulus mas?mhn dbantu yak..trims

  32. Aduh menarik sekali, Bpk telah menjawab pertanyaan2 dengan sangat jelas, Jadi jawaban tes kepribadian itu harus dijawab sejujur-jujurnya ya Pa? bukan jawaban yang normatif/idealnya apa gimana sich? maaf tolong jawab lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s