Tes IQ-ku
Setelah kita mengetahui bersama apa itu tes kepribadian yang mungkin sedikit mencengankan kita, dimana selam ini kita agak menganggapnya salah dalam mengartikannya. Selanjutnya marilah kita mengupas tentang tes kecerdasan. Atau sering disebut dalam bahasa populair tes IQ.
Dalam dunia psikologi dewasa ini tes kecerdasan sangat menjadi idola bagi seluruh kalangan. Mulai dari segmen pendidikan, industri, bahkan sampai pemerintahan. Tak terkecuali kalangan militer. Untuk saat ini akan kita kupas satu persatu segmentasi ini.
Segmen Pendidikan
Pernah mendengar tes seleksi masuk SD Unggulan? Bahkan Taman Kanak-kanak pun juga tak mau ketingalan menggunakan tes seleksi. Mereka mengunakan apa yang disebut sebagai psikotes. Entah itu benar atau tidak yang penting namanya psikotes.
Psikotes di bidang pendidikan sering digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan calon siswa, yang nantinya akan dipakai guna menentukan peringkat kelulusan seleksi calon siswa. Dasar yang dipakai adalah skor psikotes. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan ahli psikologi dewasa ini mengenai psikotes bagi penerimaan calon siswa.
Tak dipungkiri, sebagian dari ahli psikologi masih berpandangan bahwa psikotes sangat relevan untuk menyeleksi calon siswa. Hal ini didasarkan pada pengalaman dan penelitian secara empiris yang membuktikan bahwa agar terjadi kesesuaian antara bahan ajar dengan siapa yang diajar. Juga siapa yang tepat untuk mengajarkan alias guru.
Ada pengalaman sangat berharga ketika sekolah tidak melaksanakan seleksi calon siswa dengan menggunakan psikotes, hal yang terjadi adalah sekolah merasa kecolongan etika siswanya mengalami kesukaran dalam belajar. Kesukaran yang akan menghambat siswa dan pihak sekolah. Mulai dari tinggal kelas sampai harus mengulang dua tahun dikelas yang sama.
Tidak sedikit sekolah yang merasa kecolongan seperti ini. Bahan pertimbangan mereka kurang mempertimbangkan aspek psikologis.Boleh jadi sekedar kedekatan domosili dengan geografi sekolahan dan tempat tinggal calon siswa.
Apa sebenarnya yang diungkap dalam psikotes untuk segmen pendidikan ini? Bagaimana korelasinya dengan keberhasilan pendidikan dengan tingkat kelulusan? Mari kita buka per-aitem. Penerimaan calon sisiwa dengan melihat kenyataan seringnya terjadi “kecolongan siswa” membuat pihak sekolah merasa sangat memerlukan cara seleksi siswanya menggunakan psikotes.
Artinya psikotes untuk segmen pendidikan dasar sangat dibutuhkan.
Yang diungkap dari seleksi calon siswa ini adalah terkait dengan kapasitas kecerdasan, pola hubungan sosial anak, dan juga kemandirian dari calon siswa tersebut. Pertama, kapasitas kecerdasan sangat diperlukan guna mengetahui standar penerimaan atau daya tangkap siswa terhdap bahan ajar yang nantinya akan diberikan.
Maksud saya, untuk setiap posisi apa pun memang memerlukan batasan minimal dari kapasitas kecerdasan. Artinya, untuk mengklasifikasikan atau menggolongkan mana anak yang cocok untuk kelas unggulan, kelas akselerasi, maupun kelas reguler, bahkan kelas anak dengan kebutuhan khusus. Meskipun anak dari kalangan pejabat jika kapasitas kecerdasannya kurang pas pada kelompok pendidikan akselerasi, ya dia tidak bisa berada disana.
Kenapa tadi saya sebut dengan batasan minimal, karena untuk kelas reguler itu sangat berbeda penangannya dengan anak luar biasa cerdasnya. Penanganan dalam arti cara dan bahan ajar yang menentukan kecepatan siswa mengkuti pendidikan. Dikhawatirkan akan mengganggu keberadaan siswa yang lain seandainya tetap dipaksakan masuk pada kelas yang tidak sesuai. Lha wong, cocoknya di kelas reguler malah dimasukkan kelas akselerasi. Siswa maupun pihak sekolah tentu akan terjadi permasalahan atau di Indonesia sering di
Bagaimana jika yang terjadi, calon siswa ini tidak cocok untnuk seluruh kelas yang disediakan oleh sekolah, artinya dia tergolong anak dengan special needs. Atau dengan kata lain anak ini IQ nya dibawah rata-rata dan terindikasi idiot. Jelas pihak sekolah akan menyarankan agar dimasukkan dan diberikan pendidikan sesuai dengan keadaannya yakni di special needs school.
Berkaitan dengan korelasi tingkat kelulusan, psikotes adalah alat prediksi tingkat keberhasilan calon siswa nantinya ketika mendapatkan treatment di sekolah. Artinya hasil psikotes yang salah satu tujuannya untuk mengklasifikasikan tingkat kecerdasan siswa ini sangat ada korelasinya. Semakin tinggi nilai keakuratan dari psikotes sebagai alat ungkap maka akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan penerimaan bahan ajar yang teraplikasi dalam keseharian pendidikan dan tingkat kelulusan siswa nantinya.
Juga bisa diartikan bahwa semakin akurat dalam psikotes maka akan semakin tinggi tingkat kelulusan siswa nantinya, dengan mengabaikan sistem pendidikan. Nah, inilah kenapa psikotes sangat dibutuhkan oleh segmen pendidikan ini.
Psikotes akan memberikan informasi mengenai data calon siswa mengenai keadaan pribadi siswa. Mulai dari kapasitas kecerdasan yang terungkap melalui nilai IQ, tingkat kemandiriannya, dalam arti kesiapan menerima pelajaran. Juga kondisi kejiwaan siswa mengenai sehat tidaknya atau ada gangguan atau tidak.
3 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- October 2009 (4)
- September 2009 (2)
- August 2009 (2)
- July 2009 (4)
- June 2009 (6)
- May 2009 (5)
- April 2009 (2)
- March 2009 (3)
- February 2009 (6)
- January 2009 (4)
- December 2008 (5)
- November 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
Nama panggilan saya : Irsan. Lahir di Jogjakarta, pada hari Selasa 30 Agustus 1977. Saat ini berdomisili di Jln. A.Yani KM.25 Gang Damai no 46 Rt 26 RW.VII Landasan Ulin Banjarbaru 70724, Telp 746 5836, 0815 215 77400 Email: irsan_global@yahoo.co.id dan
asslam wr wb,
he..he.. ternyata diam2 pak irsan buka blog saya yah…
mksih deh pak komentarnya…
kapan2 boleh lah saya konsultasi psikologi?
Boleh aja, asal bayar aja, he..he..he…
Lanjutkan Pak Jumena, tulisan pian bagus-bagus….