Keniscayaan Waqfah Dalam Aktivitas

Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli*
Catatan Seorang Caleg PKS No.Urut 2 Dapil Banjrbaru 3
Kecamatan Landasan Ulin Lianganggang

KESIBUKAN yang bertubi-tubi bisa jadi sering kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Benarlah adanya  ternyata jatah waktu kita itu lebih sedikit disbanding tugas-tugas dakwah yang musti kita selesaikan. Makanya, ada sebuah konsep Islam yang tidak bias tidak, harus dilaksanakan guna mengatasi permasalahan di atas. Apa itu? Amal jama’I, ya amal jama’i. Bekerja sama dalam segala aktivitas yang berorientasi pada tujuan utama, tujuan yang harus selalu ada dibenak umat Islam. Allah Ghoyatuna.
Allah mengetahui bahwa kita sibuk. Sibuk dalam menjemput rezki, memenuhi tuntutan hidup, sibuk dalam bermuamalah, sibuk dalam bekerja, sibuk dalam mengurusi manusia lain, bahkan sibuk hanya untuk urusan sepele. Allah past mengetahui itu. Tapi, ingatlah sesibuk apapun kita Allah tetap memberikan tugas kepada kita sebagai seorang hamba, sebagai makhluk. Yakni mengabdi kepadanya dan menjadi kholifh dimuka bumi ini.
Oleh karena itu, sering terbesit dalam benak seorang manusia yang menginginkan dirinya bisa mensyukuri segala nikmat dengan cara bisa melaksanakan tugasnya sebagai manusia melaui rasa syukur berupa perbuatan amal sholeh. Tiada kata lain selain waqfah (berhenti sejenak) guna mengevaluasi dan menyusun program berdasar hasil evaluasi tersebut.
Pengalamanku
Ketika kita mersakan kesibukan yang sangat, mungkin diantara kita ada yang sampai terkesan kepayahan bahkan tertidur lelap ditempat yang semestinya dia tetap beraktivitas. Artinya, tidur yang tidak direncanakan tetapi tertidur. Ya, tertidur.
Dulu saya tak bisa terima, jika ada yang bilang bahwa seseorang yang saking sibukya bisa-bisa tertidur dalam keadaan berdiri bahkan berjalan mungkin juga sambil berlari. Tetapi memang benar adanya ternyata tidur sambil beraktivitas bagi para aktivis dakwah sangat mungkin terjadi, dimana waktu mereka memang tersita untuk memikirkan umat. Bukan kebetulan tapi memang menyediakan waktu bagi dakwah ini bukan waktu sisa.
Saya mengalaminya, saya bisa menerima statement ini. Saya mengalaminya beberapa kali bahkan akhir-akhir ini sangat sering. Menulis sambil tidur, menghafal ayat Al Quran sambil tidur, Tidur disaat berkendaraan, tidur saat menyetir motor, ngebut sambil tidur. Heran, tapi inilah nikmat dari Allah SWT. Artinya, walaupun saya tidur, biasanya segera terbangun lalu saya pakai waktu bangun itu untuk menulis walau dalam keadaan sangat mengantuk.
Semoga waktu-waktu seperti ini menjdi waktu yang produktif bagi saya. Demikianjuga Sampeyan, Amin.***

4 responses to “Keniscayaan Waqfah Dalam Aktivitas

  1. aswrwb mantap pak irsan…subhanallah …

    ***’Alaikumussalam.wr.wb.
    Subhanallahu…Alhamdulillah….Laa ilaha illallah…Allahu Akbar…!
    Syukron pak Idin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s