Kupersembahkan Dengan Penuh Cinta*

dscf1194

dscf1196

Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi**

Bagi saya, diundang sebagai narasumber dalam acara Talk Show yang bertajuk remaja dan psikologi merupakan hal yang sangat saya idolakan, kenapa? Ya, karena saya bercita-cita bisa membina para remaja dan ikut berperan dalam mencetak generasi perubah peradaban menuju peradaban yang lebih maju (madani). berikut pokok materinya……..

Mengapa remaja cenderung pacaran?
Kalau saya ditanya, mengapa remaja mempunyai kecenderungan berpacaran? Menurut hemat saya : “Ya karena, ada kesalahan dalam mendefinisikan dan mengaplikasikan terkait tugas-tugas perkembangan masa remaja. Juga kesulitan para remaja untuk menstabilkan dirinya ketika pertumbuhan biologis-psikis-maupun fisik mencapai perubahan yang dramatis signifikan”. (Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi)
Tugas Perkembangan remaja :
1.    Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik laki-laki maupun perempuan
2.    Mencapai peran sosial baik laki-laki dan perempuan
3.    Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif
4.    Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab
5.    Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya
6.    Mempersiapkan karier ekonomi
7.    Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
8.    Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi
Pertumbuhan yang cepat dari aspek BIO – PSIKO – FISIK
Biologis, psikologis, dan fisik bertumbuh secara signifikan dan kurang diimbangi dengan matangnya mental (psikis atau jiwa).
Alasan-Alasan Yang Umum Untuk Berpacaran Selama Masa Remaja
1.Hiburan         3. Status            5. Masa Pacaran
2.Sosialisasi        4. Pemilihan Teman Hidup
Pacaran “Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002: 807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; [atau] berkasih-kasihan [dengan sang pacar]. Memacari adalah mengencani; [atau] menjadikan dia sebagai pacar.” (PIA: 19) “Sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut (lihat halaman 542) adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama.” (PIA: 20).
Jika definisi-definisi baku tersebut kita satukan, maka rumusannya bisa terbaca dengan sangat jelas sebagai berikut: Pacaran adalah bercintaan atau berkasih-kasihan (antara lain dengan saling bertemu di suatu tempat pada waktu yang telah ditetapkan bersama) dengan kekasih atau teman lain-jenis yang tetap (yang hubungannya berdasarkan cinta-kasih). Singkatnya, pacaran adalah bercintaan dengan kekasih-tetap.”
Karena didalam Islam jelas, perkara “bercintaan” dan “kekasih tetap” yang dihukumi “halal” itu hanya terjadi, jika telah diawali dengan sebuah proses yang disebut dengan “Pernikahan”.
Positif negatif pacaran, dari sisi psikologis
Dalam sebuah artikel ilmiah, menyebutkan bahwa perasaan cinta itu bisa menghipnotis bagian otak kita  yang bekerja sebagai pengontrol depresi dan melakukan analisa. Itulah sebabnya, seseorang yang sedang jatuh cinta akan merasa senang, gembira, sumringah, berbunga-bunga, dan cenderung buta.

Nah, artikel ini didukung oleh penelitian dua ilmuan yang meneliti kerja otak ketika seseorang jatuh cinta.Mereka melakukan penelitian menggunakan functional Magnetic Resonance Imager (fMRI) untuk mendeteksi kerja otak. Merreka menemukan kegiatan yang cukup aktif pada bagian otak pengontrol intuisi, perasaan. Sedangkan bagian-bagian otak lainnya tidak bekerja. Makanya seseorang yang sedang jatuh cinta, sering melakukan hal-hal bodoh, karena mereka (mungkin) bekerja tanpa menggunakan otak melainkan perasaan saja.

Artinya, ketika seluruh aktivitas seorang aktifis pacaran dalam keseharian melulu menggunakan perasaan saja yang ujung-ujungnya jatuh pada sakit hati, sedikit demi sedikit dimasuki permasalahan yang tak kunjung ada solusinya. Maka walhasil, meledak-lah jiwanya alias sakit jiwa.Hal di atas bisa kita analogikan dengan “teori balon”. (Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi)
Menghindari pacaran menuju sehat jiwa
Jadilah aktifis pacaran pasca pernikahan, menikah dini (muda) menuju sukses hakiki. Untuk lebih jelasnya silakan lihat-baca-pahami OPINI Koran Radar Banjarmasin edisi Jumat 5 September 2008, berjudul “Pernikahan Dini Solusi Tepat untuk Sukses” yang ditulis oleh Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi. Atau klik saja weblog : http://www.irsanfinazli.wordpress.com untuk meg-unduh tulisannya atau sharing permasalahan remaja dan psikologi kontemporer.

*disampaikan pada acara Talk Show & AMT bertajuk “Kado Cinta Untuk Remaja”
yang diselenggarakan Iqro’Club Banjarbaru
di Aula DPRD Kota Banjarbaru Ahad 08 Februari 2009
**Psychologist Consultant & Owner
MITRA Solusi Banjarbaru
juga Seorang penulis aktif diweblog pribadi
dan media massa cetak tentang psikologi dan SDM
HP.0815 215 77400
http://www.irsanfinazli.wordpress.com
Konsultasi Gratis  via telpon tiap kamis jam.10.00-11.30 (s/d Maret 2009) di 0511-7465836

5 responses to “Kupersembahkan Dengan Penuh Cinta*

  1. Assalamu’alaikum wrwb,
    wah… materinya bro, masalah percintaan anak remaja nich…
    moga yang ngebaca n ngikutin itu acara pada paham tentang arti CINTA yang sesungguhnya…ya nggak bro, he..hee

    ***‘Alaikumussalam.wr.wb
    Iya lah, ayo dhong kamu cepat nikah, biar bisa pacaran pasca nikah, enak sekali lho, ibadah lagi….

  2. Siiip … bagus amat Mas. Lanjuuuuuuuuut

    ***Siiip juga, pak ERSIS. Sukses buat pian. Pian memang motivator penulisan yang telah terbukti dan teruji memotivasi saya untuk berani menulis dan mempublish tulisan. (menuliskan apa yang saya kerjakan, mengerjakan apa yang saya tuliskan).
    Dan juga memang antara MEMBACA dan MENULIS hausnya seimbang…

  3. Ass/wr/wb

    Intelect juga ya Mas Irsan, nih. Caleg yang melek dan peduli Pemuda untuk peradaban yang lebih maju.
    Seperti biasa, saya hanya bisa mendukung dan mendo’akan semoga sukses untuk Anda…

    ***‘Alaikumussalam.wr.wb.

    Memang sudah sewajarnya saya membina remaja dan pemuda, ilmu harus diamalkan dan disebarluaskan.
    Pen-CALEG-an saya hanya sebagian kecil dari episode yang harus saya lalui. Mohon do’a dan dukungannya. Amiin….

  4. Assalamu’alaikum.wr.wb

    Oh iya, Ahad nanti 15 Feb 2009 Saya juga diundang untuk berbicara sebagai pemateri tentang Psikologi Remaja menuju pernikahan, yang jelas tema-nya tentang CINTA dan CINTA,….

    InsyaALLAH saya publis lagi di blog ini, cuman beda segmentasinya, untuk Ahad besok untuk mereka yang berstatus sebgai MAHASISWA UNLAM (diadakan oleh F.MIPA)

    Sampai ketemu nanti, yaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s