Bedah Buku Ketika Cinta Bertasbih, Irsan Style

Bedah Buku (IRSAN Style)  Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi

Prolog : QS.19.Maryam : 71

KCB merupakan karya sastra yang bernilai tinggi, Novel karya Habiburahman El Shirazy. Novel ini terdiri dari dua buku yang merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan, oleh karena itu disebut sebagai dwilogi. Bahkan lebih tajam lagi sebagaimana saran penulisya, agar bisa benar-benar membangun jiwa kita dan bahkan bisa mencerahkannya kepada orang lain, maka bacalah novel ini minimal tiga kali sebagaimana saran dari penulisnya. Mari kita samakan persepsi dulu. Apa hubungannya antara Mesir, Kairo, Alexandria, Al Azhar University. Karena dalam novel ini berlatar belakang Mesir (buku #1 nya). Mesir adalah sebuah negara berbentuk Republik, ada 25 Gubernur yang memimpin beberapa daerah. Luas wilayah Negara Mesir kurang lebih dua kalinya Pulau Sumatra. Mengenai jumlah penduduknya, sekitar seperlima Indonesia, yakni 65,5juta. Kalau Indonesia 320juta. Negara Mesir penyebaran penduduknya paling tidak merata di seluruh dunia, penduduk yang mengisi wilayahnya hanya sekitar 3,9% dari luas wilayahnya. Kenapa? Karena sebagian besar wilayah Mesir adalah padang pasir. Mata uang Mesir Pound. Ibukota Mesir adalah Kairo, disana ada Universitas Al Azhar yang merupakan universitas tertua di dunia. Mesir juga merupakan tempat munculnya salah satu harokah dakwah yang sangat mempengaruhi atau menjadi acuan pola gerak harokah dakwah dihampir semua negara, termasuk Indonesia. KCB, bernilai : 1. Dakwah via Novel, poin2 atau muatan dakwahnya nanti include dengan penjelasan per Babnya. – Pilar pengokoh jiwa : I’dad, Ridho, Wadamu tawasuri, Muhasabah, Allahu al Mustawanu 2. Novel fiksi berbasis realitas, pernah dilihat dirasa bahkan dilakukan oleh Kang Abik 3. Novel yang berbasis entrepreneurship 4. Novel dwilogi pembangun jiwa Tokoh-tokoh Utama Abdullah Khairul Azzam (Mas Insyinyur, Muhandis, Irul, Khairul, Abdullah, Azzam, Kang) Anak dusun Sraten Surakarta. Dia merupakan sosok yang mempunyai talent manajerial dan entrepreuner muda. Usianya 28 tahun, kulit sawo matang. Kuliah di Al Azhar University Fakultas Ushuluddin. Pemuda Ulet, jujur, kuat pendirian, tidak kenal putus asa, pekerja keras, kerja tuntas (profesional), suka menolong dan mudah tersentuh (peduli), jujur kuat pendirian (bersih), cerdas, menjadi rujukan bagi orang lain yang ingin bertanya tentang ilmu kehidupan. Meletakkan permasalahan sesuai pada tempatnya, artinya tegas. Marah ketika izzah diri dan Islam diremehkan orang lain. Nah, hal inilah yang membuat para kritikius sastra bahwa novel ini banyak tokohnya yang besifat malaikat, novel tokoh-tokoh malaikat. Ada juga yang menyebut tokoh Azzam ini merupakan prototype orang Indonesia yang beberapa sifatnya telah saya sebutkan di atas. Dia seorang kader dakwah, mewiridkan alma’tsurat pagi dan petang, mengikuti talaqqi Al-Qur’an, dan juga mengkaji Kitab Al Hikam. Sisi psikologi : Adanya kholfiyah dari tokoh ini, dari pengaruh kehidupan sewaktu kecil bersama orangtuanya (objek lekat), sosial ekonomi keluarga dan masyarakat (Kartasura), Cara mendidik orangtua Azzam terhadap anak-anaknya. Azzam merupakan anak sulung dari empat bersaudara, dia laki2 sendiri. Latar belakang pendidikan dan pekerjaan orang uanya (bapaknya Guru MI dan Ibunya Research Associate) Kisah Cinta Azzam jatuh cinta pertama kali dengan seorang gadis anak Dubes RI untuk Mesir. Namun akhirnya disarankan agar jangan memilih dia, ada akhwat yang lebih baik dan sholehah juga sangat cerdas yang sedang kuliah S2 di Kairo juga. Namanya Anna Althafunnisa. Dia khitbah, ternyata Anna sudah dalam pinangan orang lain (Forqon, sahabatnya). Azzam sadar, akhirnya tidak akan memikirkan ha nikah dulu sampai nanti dia lulus dan akan mencari istri di Indonesia saja. Yang pada akhirnya Azzam berikhtiar mencari calon istri, mulai dari kawan adiknya sampai penjual pakaian di pasar klewer, hingga akhirnya bertunangan dengan seorang dokter yang usianya hampir kepala tiga, namanya Vivi. Pernikahan/ akad nikah gagal lantaran dia kecelakaan bersama ibunya, ibunya meninggal dan Azzam patah tulang pada beberapa bagian tangan kaki dan tulang rusuk. Walhasil, selama -+9bulan dia istirahat yang akhirnya meminta tolong kepada Kiai Luthfi untuk mencarikan santriwati-nya. Kiai Luthfi justru memilihkan Anna untuk Azzam nikahi. Azzam sangat kaget, tak percaya dan bahagia. Dan cintapun bertasbih. Anna Althafunnisa (Anna) Gadis Jawa yang berusia 25 tahun, Mahasiswa S2 Kulliyatul Banat Al Azhar University, keilmuan Islam klasik dan kontemporer, ada kepandaian menganalisis. Gadis cantik nan ayu, sholehah, berjilbab sangat menjaga pandangan. Kalau bicara tegas dan tenang sambil menatap lawan bicaranya tapi dengan pandangan tetap santun. Sangat encintai ilmu dan buku. Belanja buku dan kitab adalah hobinya. Pandai berbahasa Arab, Inggris, dan Mandarin. Pakaiannya Islami namun sangat pandai dalam kolaborasi warna. Sedikit bicara, sekali bicara bisa menyihir para pendengarnya (cerdas). Anna dalah orang yag rendah hati, sangat teguh memegang keyakinan yang ia anggap benar. Dalam menyelesaikan masalahrujukan pertamanya adalah ajaran agamanya, selalu merujuk pada kitab2 induk. Ia juga pecinta karya sastra. Anak seorang Kiai pemilik pondok pesantren Darul Quran di Wangen Polanharjo. Sisi Psikologi : Dilahirkan dari pasangan Sholeh dan Shlehah, Anak seorang Kiai, pendidikan keluarga yang sangat Islami sedari pra sekolah (Jelaskan 3 fase kehidupan yang mempengaruhi: Kandungan atau pranatal, perinatal, pascanatal). Anak terakhir dari dua bersaudara. Keluarga yang demokratis, Gemar membaca, karena ayahnya sangat menyukai buku2 bahkan mempunyai perpustakaan pribadi di rumah. Kisah cinta, Anna menerima lamaran dari Furqon, merupakan lamaran ke-7. Pernah dikhitbah sebanyak 6kali dan ditolak semua dengan sebuah alasan syar’i. Menikah walaupun akhirnya harus bercerai/ minta cerai karena alasan penyakit yang diderita oleh suaminya (Furqon) yang tidak mungkin disembuhkan. Menjanda, janda kembang yang akhirnya dinikahkan oleh Abahnya dengan Azzam (ending). Furqon Pemuda anak orang kaya bertampang khas melayu. Umurnya seusia dengan Azzam 28 tahun. Wajahnya tampan. Dalam dirinya mengalir darah Bugis ayahnya dan Betawi Ibunya. Berbadan sehat Tegap berkulit kuning langsat dan raut wajah cerah khas Melayu. Senyumnya Indah. Furqon mahasiswa Pascasarjana Universitas Cairo bidang Tarikh wal Hadharah (sejarah peradaban). Penuh percaya diri, will be planed, rasional dan sangat kalkulatif dalam menentukan suatu langkah. Sadar sebagai intelektual, tapi ada pragmatisme didalamnya. Dibersarkan dalam lingkungan keluarga yang sangat mendorong dan menghargai kompetisi, kualitas, pestise, dan status. Gaya hidupnya boros, suka pada kemewahan. Kurang suka pada dunia bisnis, namun lingkungan keluarganya membuat akrab dengan dunia bisnis. Kekurangan Furqon, tidak bisa berpikir jernih dan dingin disaat panik sehingga salah ambil tindakan, karena pengaruh kehidupan sewaktu Furqon kecil (pola asuh). Sangat kalkulatif bahkan pada takdir sekalipun, dia meniadakan peran keputusan penuh ditangan Allah SWT. Bergaya hidup boros, suka kemewahan. Psikologis Anak tunggal, serba keturutan. Furqon merupakan anak tunggal. Kisah Cinta, Dikejar-kejar oleh anak Dubes RI (Eliana) pada saat bersamaan di sedang mengkhitbah seorang akhwat bernama Anna namun belum ada tanggapan hampir 3bulan lamanya. Bingung milih, minta saran Azzam dan disarankan agar istikharah. Akhirnya lebih memilih Anna walupun belum ada tanggapan. Ada tanggapan dari Anna yakni lamarannya diterima, namun Azzam baru saja dijebak dan diintimidasi oleh Miss Italiana (agen Mosad Israel untuk menyebarkan virus HIV pada mhs Kairo). Furqon, divonis terkena HIV tertulari oleh Miss Italiana tersebut. Agar tidak dikira plinplan dan menjaga nama baik kedua keluarga (menurut dia, padahal justru dzolim) akhirnya Furqon tetap melaksanakan lamaran dan pernikahan walaupun terkena HIV. Walhasil tidak menggauli Anna sebagai istrinya selama 6bulan (syariat dalam berumah tangga, memberi nafkah batin) dengan alasan tidak mau menulari HIV kepada Anna. Akhirnya tepat 6bulan, Furqon mengatakan dengan sejujunya bahwa dirinya terkena HIV. Anna marah dan minta dicerai. Akhirnya dicerai dan jadi janda kembang. Setelah Anna menikah dengan Azzam, Furqon memberitahukan bahwa dirinya ternyata tidak terkena HIV, dan minta kembali rujuk tapi jelas tidak mungkin dan disarankan agar menghubungi Eliana. (Prediksi saya KCB #3 , Dari sjud ke sujud , nanti akan mengisahkan kisah cinta Furqon dengan Eliana dan juga Husna dengan Zulkifli, serta Hafez dengan Cut Mala, dan Fadhil dengan ….) Eliana Pramesthi Alam Eliana merupakan Putri Dubes RI untuk Mesir. Gadis cantik, nampak indo. Tingginya semampai prporsional. Raut mukanya nampak cerdas. S1 di EHESS Prancis (pendidikan tinggi yan banyak menelorkan para peneliti di Indonesia – terutama bidang ilmu sosial). Kini sedang menempuh S2 di American University in Cairo. Penulis opini di koran, jurnalis sastrawan dan diplomat ulung. Gadis enerjik dinamis, dalam beberapa hal ia sangat agresif, khususnya sesuatu yang dianggapnya penting dalam kehidupannya, seperti karier, pergaulan ala barat (Eropa). Pendek kata sangat agresif pada semua yang dianggap menyenangkan hatinya. Orangtuanya tidak cukup memberikan pendidikan agama. Selama kuliah di Perancis, ia beberapa kali ganti pacar (5kali) yang sering melakukan french kiss. Sisi psikologi : Otoriter (psikologis anak tunggal), namun ia bisa menghargai prinsip hidup orang lain karena pola pendidikan yang ia dapatkan di Perancis. Anak tunggal perempuan lagi, dan juga serba terpenuhi segala keinginannya. Tanpa ada rival dalam keluarga, yang mengakibatkan mau menangnya sendiri. Kisah Cinta, Eliana pernah pacaran sebanyak 5kali dengan bule di Perancis. Dia sangat menyukai orang yang pandai cerdas dan tampan, sosek bukan yang utama. Dia mengejar-ngejar Furqon tapi Furqon menolak. Akhirnya dia mengejar Azzam tapi Azzam juga tidak mau. Meslipun tidak mau Azzam tetap mengajarkan ilmu Agama kepada Eliana. Yang akhirnya dia bertaubat dan berangkat Umroh, setelah dari umroh bertekad tidak akan melepas jilbab selamanya. Akhirnya pada ending cerita, Eliana medatangi Azzam dengan harapan menawarkan diri untuk dinikahi tapi Azzam sudah melamar dokter Vivi dan segera menikah. Eliana berbesar hati. Ayatul Husna Adik kandung Azzam. Sering dipanggil Husna. Psikolog muda, asisten dosen di UNS Solo. Umurnya sepadan dengan Anna. Waktu remaja pernah nakal, tomboy, karena kenakalannya itu menyebabkan ayahnya kecelakaan dan meninggal dunia. Husna juga seorang cerpenis muda yang sedang naik daun. Antologi cerpennya memenangkan penghargaan dari DIKNAS. Ia memiliki innerbeauty. Tutur katanya halus. Husna juga mencintai ibu kakak dan adik2nya. Husna berjilbab dan gaya hidupnya bersahaja. Husna tampak lebih gagah dibanding Anna. Gerakannya gesit dan gaul, waktu remaja pernah tomboy. Wajahnya khas Solo, agak sawo matang, senyumnya manis , suka bercanda tapi sangat menjunjung tinggi unggah-ungguh dan budaya Jawa. Ia juga seorang psikolog muda yang disukai remaja. Sisi psikologi: Kondisi psikologis anak ke-2 yang sedikit beda dengan anak lainnya (tidak menetap, namun bisa berubah), karena Pengaruh budaya Jawa yang kental. Berubah karena kondisi ekstrim yang dialaminya (ayahnya meninggal, kakaknya harus banting tulang di Mesir). Menjadi anak tertua di Indonesia sehingga harus jadi teladan bagi adik-adiknya. Kisah Cinta, Siap nikah, dan mau nikah kalau kakaknya udah nikah duluan. Dilamar Zulkifli, seorang Mahasiswa S2 di Syiria. Hari pernikahan udah ditetapkan namun tertunda karena Azzam kecelakaan bersama ibunya. Zulkifli menerima dan siap setia menunggu, sambil menunggu Zulkifli menyelesaikan kuliah S2-nya. Resum singkat “Ketika Cinta Bertasbih” yang terdiri dari 2 buku (dwilogi) ini memakai dua seting latar berbeda, di Mesir dan Indonesia. Episode 1 berisi tentang pengembaraan sang Khairul Azzam dalam menuntut ilmu di Al-Azhar Kairo, dan perjuangannya selama 9 tahun untuk menyelesaikan masa studi S1nya di Al-Azhar sembari mencari uang untuk biaya sekolah adik-adiknya di tanah air dengan berjualan bakso dan tempe kepada para mahasiswa maupun Orang Indonesia yang ada di Kairo. Sedang episode 2 berisi tentang pencarian cinta Khairul Azzam di tanah kelahirannya (Pulau Jawa, Kartasura). Untuk Episode 2 akan membuat anda berlinang air mata saat Azzam kehilangan orang yang sangat dicintainya dan juga tentang kenangan Husna (Adik Azzam) sewaktu Ayah mereka dipanggil oleh Sang Khalik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s