Interview Majalah Gontor

Salting alias Salah Tingkah Orangtua

1. kenapa anak suka membangkang
Irsan Finazli : Ya memang itulah fase anak yang harus dilewati. Tanya kenapa? Semua manusia pasti akan melewati hal itu (membangkang), karena masa pertumbuhan yang memang mengharuskan untuk dilewati atau dengan kata lain telah tiba saatnya anak membangkang. Masa membangkang ini sering dalam istilah psikologi perkembangan disebut sebagai masa trotzalter. Atau dalam bahasa lainnya adalah todler (seperti merk produk biskuit). Mau lebih merakyat lagi disebut sebagai masa kemRaja-rajaan atau KemRatu-ratuan, ini dalam bahasa Jawanya

2. apa yang melatarbelakangi anak suka membangkang?
Irsan Finazli : Sebuah masa yang datang pada masa pertumbuhan setiap anak. Anak semakin memiliki sifat ke-aku-annya, dan sangat menyadarinya.

3. apakah pembangkaangan ada anak ini merupakan proses alamiah yang dialami oleh setiap anak?
Irsan Finazli : Iya. Kalau mau lebih tajam lagi bahwa pembangkangan ini datangnya sangat tidak disadari atau tanpa sebab yang berarti juga hilangnya pun tidak perlu sebuah pengkondisian khusus, artinya dengan sendirinya akan hilang

4. apa yang harus dilakukan oleh orang tua ketika anak membangkang kepada orang yang lebih tua atau terhadap teman-temannya?
Irsan Finazli : Lakukan seperti kita menaikkan atau mengendalikan layang-layang, ini sebuah analogi saja. Maksud saya, bijak dalam bersikap. Karena seringkali orangtua dibikin ’salting’ alias salah tingkah meladeni anak yang masanya membangkang ini. Salah satu bentuk salah tingkah yang sangat sering dilakukan orangtua adalah marah dengan bersuara agak tinggi, maksudnya menekan secara psikis dan biasanya disertai tekanan secara fisik yakni mencubit-memukul-menyakiti badannya
Dengan kata lain, sebaiknya sabar dalam menyikapi perilaku anak ketika berbuat masih dalam batas wajar. Tetapi tegas ketika anak berlaku yang membahayakan dirinya maupun orang lain.

5. apakah ada faktor umur yang menyebabkan anak menjadi pembangkang?ketika ada biasanya umur berapa?dan apa yang mendasari hal itu?
Irsan Finazli : Jelas berkaitan dengan faktor usia. Masa membangkang atau trotzalter pertama kali ketika anak berusia dibawah 6 Tahun. Akan datang kembali masa trotzalter kedua yakni ketika anak berusia sekolah formal dan puncaknya akan menghilang ketika masa remaja selesai. Artinya puncak pembangkangan ketika anak memasuki masa puber. Hal yang mendasarinya adalah pertumbuhan anak secara fisik dan hormon-hormon dalam tubuhnya.

6. sejauh mana kecenderungan pembangkangan anak terhadap sifat kasar anak?
Irsan Finazli : Anak pada masa trotzalter tidak selalu linier dengan sifat kasar. Artinya tidak melulu anak yang membangkang itu kasar dalam bersikap terhadap objek bangkangan-nya.

7. apakah peranan orang tua disini bisa memberikan kontribusi sehingga anak ini menjadi pembangkang?
Irsan Finazli : Orangtua yang meng’abadi’kan kesalahtingkahannya ini tentuya akan sangat memberikan kontribusi pada sikap pembangkangan ini hingga masa yang seharusnya sudah selesai masa trotzalter-nya. Makanya, mari jadikan diri kita bijak dalam membina anak-anak kita maupun anak didik kita

8. bagaimana membedakan anak yang pembangkang dan berprilaku kasar?
Irsan Finazli : Ya ketika anak sekedar membangkang tanpa berlaku kasar, berarti dia hanya membangkang. Nah, kalau anak sudah pada perilaku menyakiti fisik berarti dia berperilaku kasar. Bukan berarti anak membangkang tidak berperilaku kasar, bisa jadi akan dilanjutkan kesana, ergantung pengalaman yang didapatkannya dari lingkungan keluarga maupun luar

9. faktor lingkunan seperti apa yang bisa menyebabkan anak menjadi pebangkang, selain dari keluarga?
Irsan Finazli : Lingkungan seperti texas-lah. Serba kasar dan bebas tanpa aturan yang jelas, disertai tanpa nilai dan bimbingan orangtua

10. tips apa yang cocok untuk orang tua yang anaknya suka membangkang?
Irsan Finazli : Ketika pembangkangan itu muncul, pertama tariklah nafas kita dalam-dalam hingga maksimal lalu tahan sebentar baru hembuskan perlahan. Kedua, kalau kita berdiri maka segera duduk dan seterusnya, intinya kendalikan diri kita tidak perlu mengedepankan amarah. Ketiga, beritahukan padanya agar bersikap yang baik hingga anak mengerti. Bila tetap berlaku bangkang, katakan dengan tegas akan ada konsekuensi dari pembangkangannya. Empat, konsultasilah kepada konselor untuk masalah yang sudah sangat akut. Kelima,doakanlah anak-anak kita dalam setiap saat.

terima kasih atas kerjasamanya…
Irsan Finazli : Terimakasih juga.

salam

susi
majalah gontor

Alaikummussalam.wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s