Irsan Merawat Luka

Assessment di PT.BUMA Kaltim

Berikut ini saya publish tulisan perempuan yang saya cintai mengenai merawat luka, sepertinya cocok untuk dimaknai. Rahmadona, namanya. Ummi dari ketiga anak saya. Begini ceritanya, bermula dari empat hari yang lalu saya jatuh dari kendaraan roda dua bersama anak sulung saya, yang mengakibatkan luka berdarah pada dengkul. Sakit dan sakit, kadang perih dan sangat perih serta panas kalau malam…semoga segera kering dan bisa beraktivitas normal kembali.
Oleh : Rahmadona Fitria*

ADAKAH orang yang tidak pernah luka ? Rasanya mustahil kalau tidak ada. Dalam kehidupan ini ada saja peristiwa yang membuat seseorang luka. Baik karena terjatuh, tergores atau teriris dan lain sebagainya. Siapa pun yang pernah terluka, tentu tahu persis seperti apa rasanya. Perih, sakit, tidak enak, tidak bebas bergerak. Maka agar luka tersebut bisa segera sembuh perlu yang namanya perawatan.
Luka yang disebabkan jatuh, tergores, teriris atau terbentur, bisa dirawat dengan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian diolesi obat merah dan dibalut. Tidak hanya berhenti sampai disitu, perawatan masih terus berlangsung dengan memperhatikan kondisi luka, harus sering di cek dan di beri obat merah supaya cepat kering. Sehingga daerah luka kembali normal seperti semula dan yang bersangkutan dapat kembali bebas merdeka bergerak dalam beraktivitas. Itu kalau yang terluka pada bagian fisik.
Lalu bagaimana jika yang terluka bukan pada bagian fisik tetapi wilayah yang lebih dalam dari bagian tubuh manusia yaitu hati ? Apakah perawatannya berbeda atau pada prinsipnya sama ? Mungkin perbedaannya hanya terletak pada pemberian obat merah saja, ya. Kira-kira obat apa yang pas sebagai ganti obat merah untuk hati yang luka ?
Setiap yang namanya luka (baik disebabkan ketidaksengajaan maupun kesengajaan) pastilah tidak membuat nyaman orang yang merasakannya. Siapa pun yang pernah luka hatinya, tentu tahu persis seperti apa rasanya. Sedih, tertekan, dan kecewa mewarnai perasaannya. Agar terbebas dari luka hati, seseorang perlu memerdekakan perasaannya.
Akan ada banyak rangkaian perawatan, agar hati yang luka kembali pada kondisi normal sebagaimana juga luka fisik. Harus ada obat yang tepat untuk mengolesi bagian yang terluka, seperti bekerjanya obat merah yang berfungsi mengeringkan dan merekatkan sehingga bagian yang terluka kembali seperti semula, minimal daerah luka tidak terasa perih.
Semua upaya itu jelas membutuhkan kesabaran, keberanian, dan keteguhan hati untuk selalu memperhatikan maupun memeriksa kondisi luka. Kemudian juga perlu upaya terus menerus sampai kondisi hati bebas merdeka dari segala bentuk tekanan, rasa sedih dan kecewa.
Layaknya luka fisik yang membutuhkan keberanian melawan rasa ngeri ketika melepaskan balutan agar daerah luka cepat mengering, serta keberanian melawan rasa perih saat terpaksa beraktivitas dan kemungkinan luka terkena air, tentu tak terbayangkan betapa tidak menyenangkannya kondisi sedemikian.
Merawat luka memang bukan pekerjaan sepele. Suatu peristiwa yang menjadi penyebab luka merupakan kemestian hidup yang mau tidak mau harus dihadapi. Belajarlah dari luka, ada perih tapi mengandung banyak hikmah. Luka juga sebuah metamorphose, proses menuju perubahan. Metamorphose tidak akan menghasilkan selain optimalnya kesempurnaan suatu keindahan.
Manusia terlahir untuk berjuang, bertahan, dan merdeka. Ekspresikan kebebasan itu hingga menyentuh body, mind, and soul, ibarat kupu-kupu cantik yang berhasil melewati proses metamorphose dengan sukses. Berpikirlah segalanya akan menjadi lebih baik, setelah melalui berbagai situasi yang tidak menyenangkan.
Merawat luka memerlukan ketulusan dan keberanian. Selamat berjuang merawat luka ! Hiduplah dalam kebenaran, nikmati hidup, berbahagialah karena life is beautiful. Luka memang tidak enak, tapi manusia memerlukannya untuk menjadi lebih baik, lebih sempurna, lebih optimal dan lebih berarti dalam kehidupan.***

8 responses to “Irsan Merawat Luka

  1. Assalaamu’alaikum…

    Kasih sayang isteri yang tiada batasnya apabila hati sudah dipenuhi cinta. Sanggup berkorban apa sahaja demi yang tercinta. Penulisan tentang pengurusan luka yang sangat bermanfaat. Saat sakit adalah saat yang paling tidak saya sukai tetapi harus berani kerana itu sahaja cara untuk sembuh kembali. Kesakitan tersebut sebagai penghapus dosa yang telah dilakukan. Alhamdulillah…harus juga beserta sabar. Salam hormat. Maaf baru berkunjung setelah sekian lama mengenali melalui blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s