3.2 Psikotes Industri atau Perusahaan

“Nah, keempat aspek berikut yang menjadi standar penilaian pada sebuah proses penerimaan calon karyawan, melalui psikotes. Aspek kecerdasan, kepribadian, pola kerja atau sikap kerja, dan kepemimpinan, dimana masing-masing dengan berbagai kriteria dan grade-nya”
(Ahmad Nur Irsan Finazli)

Industri atau perusahaan, tak bisa lepas dari peran psikologi. Sumber daya manusia (SDM) yang menjadi salah satu andalan roda perusahaan tentu harus dikelola dengan baik dan benar. Diluar sisi manajemen, psikologi sangat diperlukan untuk mengedapankan aspek-aspek kemanusiaan dari SDM perusahaan. Tapi tahukah Anda, seperti apa psikologi berperan didunia industri. Mari kita sedikit selami dengan mempersempit bahasan pada aspek rekrutmennya, bahkan lebih sempit lagi, psikotes.
Urusan merekrut merupakan tugas dari bagian personalia, Human Resources Development atau dekenal dengan HRD. Nah, biasanya salah satu bahkan semua mungkin berasal dari background keilmuan psikologi. Tentu mereka nantinya akan ditambah dengan pengetahuan hukum dan undang-undang ketenagakerjaan. Salah satu tugas mereka adalah melakukan analisa jabatan, melihat kondisi keterbutuhan tenaga kerja  yang dikaitkan dengan tugas-tugas jabatan yang akan diisi dalam perusahaan.

Dari hasil analisa jabatan, muncul kebutuhan sumber daya manusia yang harus mengisi jabatan tersebut. Dibukalah lowongan melalui jalur rekrutmen calon tenaga kerja yang akan disesuaikan dengan tugas jabatan nantinya. Kepiawaian pihak HRD diuji disini, me-matching-kan antara tugas-tugas jabatan (job discription) dan spesifikasi jabatan (job specification) dengan potensi si calon karyawan yang melamar tadi.

Jelas disini, diperlukan ahlinya yang menangani masalah potensi manusia, ahli psikologi. Boleh jadi pihak perusahaan sudah mempunyai orang dalam atau jika belum mereka akan menganbil vendor untuk mengurusinya. Hal ini tergantung dari kesiapan pihak perusahaan, dari sisi waktu, tenaga, dan juga dana. Akan lebih irit mereka mangunakan vendor (jasa perekrut tenaga kerja), tidak direpotkan dengan berbagai urusan dan waktu.

Kita kembali ke bahasan utama,  dalam perekrutan perusahaan akan membeberkan syarat atau kriteria calon karyawan yang akan menduduki jabatannya. Sehingga pihak HRD yang notabene tahu persis masalah manusia, segera dia melakukan perekrutan yang diumumkan melalui media massa. Setelah didapatkan sejumlah pelamar, maka dilaksanakanlah tugas untuk menyeleksi mereka. Psikotes menjadi salah satu penentu dalam rekrutmen ini. Karena biasanya perusahaan melaksanakan psikotes sebagai rangkaian akhir dari tes secara keseluruhan.

Seleksi berkas administrasi, wawancara awal dengan perusahaan, tes keilmuan terkait keahlian pada bidang keilmuannya, kemudian psikotes. Psikotes sendiri terkadang harus dilalui dengan beberapa kali tes, menggunakan sistem gugur sebagaimana dalam sepak bola dan olah raga lainnya.  Nah, disinilah banyak dikeluhkan oleh sebagian besar calon tenanga kerja, mereka selalu merasa gagal ketika masuk pada tahap psikotes ini. Kalau saya istilahkan, psikotes ini sebagai ‘momok’ bagi mereka.

Psikotes, apa saja yang diteskan dalam psikotes industri?, tentu bagi yang pernah mengikuti seleksi pada perusahaan tertentu, tentu mengetahui. Apa lagi bagi yang sudah sering mangikutinya. Psikotes industri lebih mengedepankan beberapa aspek kepribadian, seperti motivasi, kepercayaan diri, berani ambil resiko, rasa tangun jawab, kerja tim, hubungan personal, dan lain-lain. Namun pihak perusahaan tidak mau kecolongan dari sisi kecerdasan dan pola kerja calon karyawannya. Makanya, terstandarkan menjadi beberapa aspek yang akan  diungkap dalam psikotes industri ini. Apa saja itu?

3.2.1 Aspek Kecerdasan

Aspek kecerdasan, ini menjadi standar pertama dalam seluruh jabatan. Artinya, semua posisi atau jabatan tertentu pasti akan mensyaratkan kecerdasan pada taraf tertentu. Untuk menjadi seorang karyawan pasti ada standar kecerdasannya, ya minimal taraf kecerdasan masuk kategori rata-rata. Dalam aspek kecerasan ini meliputi beberapa kriteria, yakni kecerdasan secara umum, kemampuan analisa, sintesa, dan pengambilan keputusan.

Dari masing-masing kriteria pendukung aspek kecerdasan ini akan dimunculkan skor atau grade. Kategori grade-nya minimal ada tiga, rendah, sedang, dan tinggi. Namun boleh lebih dari tiga, misalnya lima, tujuh, dan seterusnya. Semakin banyak kategori grade, maka semakin akurat. Namun lebih sering dipakai antara tiga sampai tujuh grade. Dalam setiap kategori grade-nya pun, ada pembagian skornya. Misal, pada kategori grade rendah memuat tiga kolom skor nilai, yakni rendah bawah, rendah sedang, rendah tinggi. Kategori grade ini juga berlaku bagi semua aspek psikologis yang diukur, aspek kecerdasan, kepribadian, sikap kerja, dan manajerial.

3.2.2 Aspek Kepribadian

Kepribadian yang bagaimana yang akan diperhitungkan oleh perusahaan?, tentu kita perlu mengetahuinya, karena hampir semua manusia tidak ada yang sama dalam kepribadiannya. Bahkan manusia kembar sekalipun. Ada yang terstandarkan disini, yang dimaksud dengan aspek kepribadian adalah kondisi pribadi seseorang  cocok untuk menempati jabatan tertentu. Kepribadian yang diharapkan bisa diimplementasikan dari beberapa perilaku yang dapat dilihat. Antara lain, motivasi manusia, hubungan personal baik intra maupun inter, …. .

Nah, hal di ataslah yang akan diperhitungkan oleh perusahaan. Dari masing masing perilaku yang dapat dilihat tadi, bisa diungkap melalui psikotes. Mencitra diri calon karyawan melalui pemeriksaan psikologi, yang lebih familiar disebut psikotes. Apa bisa psikotes mengungkap kepribadian seseorang, hanya dengan beberapa alat tes saja dan juga apa bisa membedakan satu orang dengan orang lain dengan menggunakan alat yang sama?. Mengenai alat tes kepribadian, akan saya bahas pada bab jenis psikotes dan cara menjawabnya, insya Allah.

3.2.3 Aspek Pola Kerja

Aspek ini lebih sering dikatakan sebagai sikap kerja. Maksudnya adalah sikap kerja seseorang ketika nantinya mengerjakan tugas pada posisi jabatannya. Sikap kerja seperti apa yang diharapkan oleh perusahaan?, sikap kerja yang tentu saja memperlihatkan kinerja yang baik. Seseorang yang berkinerja baik dapat dilihat dari beberapa kriteia berikut ini, bagaimana kecepatan kerjanya, ketelitiannya, keajegannya dalam melaksanakan tugas, dan perencanaan dalam menjalankan tugasnya.

Keempat kriteria di atas yang minimal harus dimiliki oleh calon karyawan yang akan diungkap melalui psikotes industri. Tentu saja setiap jabatan memerlukan syarat minimal bagi masing-masing kriteria tersebut. Apakah keempat kriteria tersebut harus masuk grade tinggi semua, sedang, atau bahkan rendah dalam melaksanakan tugas nantinya. Hal ini bergantung dari job des atau deskripsi tugasnya, yang dihasilkan dari analisa jabatan. Mengenai aspek ini akan saya bahas mendetai pada bab berikutnya.

3.2.4 Aspek Kepemimpinan

Manajerial lebih familiar dikalangan para pengusaha dan praktis muda perusahaan. Aspek menajerial disini, bisa masuk dalam satu aspek tersendiri maupun bisa saja include kedalam aspek yang lainnya. Seperti include pada aspek kecerdasan, kepribadian, maupun sikap kerja, tergantung dari tingkat kebutuhan perusahaan. Memerlukan sedetail mungkin atau hanya sampai pada ketiga aspek sebelumnya saja.

Aspek manajerial diperulukan bagi calon karyawan pada level manajer, baik manajer bawah, midle, maupun atas. Sehingga aspek manajerial disini tergantung dari tingkat kebutuhan perusahaan. Artinya, dalam proses psikotes belum tentu ada aspek kepemimpinan dimunculkan atau diteskan. Mengenai kriteria kepemimpinan yang sering digunakan adalah kemampuan manajerial secara umum, mengelola bawahan, hubungan teamwork, pengambilan tindakan keputusan, kemampuan mengambil risiko, kemampuan komusikasi lobi, dan lain-lain. Lebih detai akan saya bahas pada bab berikutnya.

Nah, keempat aspek diataslah yang menjadi standar penilaian pada sebuah proses penerimaan calon karyawan, melalui psikotes. Aspek kecerdasan, kepribadian, pola kerja atau sikap kerja, dan kepemimpinan, dimana masing-masing dengan berbagai kriteria dan grade-nya.

5 responses to “3.2 Psikotes Industri atau Perusahaan

  1. Assalamulaikum…
    syukron utk infonya, sgt baik sekali. saya sedang harap2 cemas. kemaren sudah ikut psikotes kemenkeu utk posisi di ditjen pengelolaan hutang dan anggaran. tinggal tunggu hasilnya 2 september nanti. sekarang hanya banyak doa dan sholat malam aja. kemaren pas psikotes saya 80% siap, tes pauli pun saya lewati dgn tenang dan cepat sambil terus dzikir dalam hati. memang dalam tes kemaren saya utamakan ketenangan hati dan ingat terus kpd Allah agar hasil tes saya bs baik. Yang ingin saya tanyakan :
    1. Sepengetahuan bapak, karakter pekerja seperti apa yang dibutuhkan oleh kementrian keuangan?

    2. Seberapa besar pengaruh dzikir dan doa (dlm hati) pada saat kita mengikuti psikotes?

    makasih sebelumnya. wassalam

  2. ‘Alaikumussalam.wr.wb…
    Amelia, yang baik.
    Tentu karakter yg baik/standard dan positiflah yang dibutuhkan. yaah, seperti bisa mengendalikan emosi alias emosi stabil, cepat dlm mengeksekusi alias tegas, teliti, cepat, bisa mempertahankan performa kerja, tahan banting alias tahan stres (positif).

    yg perlu digarisbawahi adalah mempunyai kecepatan dan ketelitian dalam bekerja dengan angka. Yg tak kalah penting adalah JUJUR… (ini bisa dilihat dari tes kepribadian dan hasil observasi tester serta interview.

    Do’a adalah senjata orang Islam,… sangat berpengaruh.
    jika kita yakin, maka insyaALLAH keputusan Allah berdasar persangkaan hambanya…. tentu dalam korodor kaidahnya.

    Amelia sudah ikhtiar, kini dilanjutkan dengan do’a dan do’a….
    kaidahnya, diberikan keputusan yg terbaik yg barokah….
    Semoga SUKSES…!!!
    ALLAH berdasar persangkaan hambanya.

  3. klo tes yg cuma ada dua pilihan itu lho yg 200 an soal yang mana yg harus dipilih,bingung je?caranya gmana?maturnuwun. kapan balik jogja mas hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s