Ada Generasi Robbani di Indonesia, Apa Anda Salah Satunya?

hypnotherapy for achievement

Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi, CH, CHt
pagi hari, 12 Novemberber 2007

WAJAH peradaban negara-negara yang ada diseantero bumi ini akan terus diwarnai oleh goresan tinta emas para pemuda brilian pada zamannya. Berjuang penuh kobaran semangat untuk membangun peradaban manusia yang lebih baik. Mulai dari pemuda desa terpencil sampai ke kota besar pun terjamah oleh tangan para pemuda ini. Energik, futuristik, idealis, bahkan terkesan eksklusif dalam pandangan masyarakat secara umum.

Mungkin Sampeyan bertanya, apa masih ada pemuda yang seperti ini. Lha wong, anak muda di daerah saya itu banyak yang menganggur. Jangankan berfikir membangun peradaban, mencukupi kebutuhan diri saja susahnya bukan main. Tidak berbuat kriminal saja sudah bersyukur, terlalu banyak untuk disebutkan kejahatan yang dilakukan oleh pemuda didaerah ini. Mulai berbuat gaduh sampai pada pencurian dengan kekerasan, lazim terjadi.

Dalam konteks apapun, selalu ada yang disebut sebagai sebaran kurva normal, artinya jumlah populasi ekstrim kanan dan ekstrim kiri selalu sedikit. Pemuda yang cenderung krimimal dan pemuda yang briliant, jumlahnya lebih sedikit dibanding dengan pemuda yang rata-rata normal. Hal ini merupakan rumus kehidupan yang berlaku sepanjang zaman, tak terkecuali.

Perlu diketahui, guna merubah tata nilai sebuah peradaban, tidaklah perlu semua terlibat. Boleh jadi hanya segelintir pemuda saja, mampu untuk menggulirkan peradaban baru yang didukung oleh sebagian besar umat manusia pada sebuah komunitas tertentu (negara atau banua bahkan dunia). Syaratnya, kreatif dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung. Siapa SDM pendukung itu?. Mereka adalah seluruh masyarakat manusia dari semua lini kehidupan.

Para pemuda brilian ini, hanya mengharapkan sebuah peradaban manusia yang berpredikat sebagai masyarakat madani, mengutamakan kebaikan sesama, sehingga muncul komunitas yang oleh Allah SWT disebut sebagai daerah yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur, gemah ripah loh jinawi. Masyarakat yang berkeadilan, makmur, dan akhirnya sejahtera.

Sudah adakah pemuda yang seperti ini, pada seratus tahun kebelakang ?. Jawabannya ada, karena tersebut dalam hadits bahwa setiap seratus tahun akan ada seorang mujaddid atau pembaharu. Pembaharu dalam setiap lini kehidupan, yang menyebar kedelapan penjuru mata angin. Mulai dari pola berfikir, bersikap, dan bertindaknya selalu mengedapankan nilai-nilai ilahiyah, kemaslahatan umum alias petunjuk Allah SWT melalui Al-Quran dan Sunah Rasulullah SAW. Mereka ini adalah generasi robbani.

Budaya itsar (mendahulukan orang lain) sudah menjadi nafasnya, minimal dalam urusan antrian mendapat jatah ‘rampasan perang’. Selalu senyum dalam setiap kesempatan, mengucapkan salam hangat yang penuh makna, menyapa dengan suara yang lembut namun tegas, dan bahkan sampai pada menyentuh hati dalam segenap urusan yang memerlukan sentuhan sosial kemanusiaan. Berbagi urusan hajat manusia yang tertindas, mulai dari urusan kebutuhan pokok sampai urusan aktualisasi diri bahkan puncak tertingginya urusan penghambaan kepada Allah SWT. Mereka terdepan. Yakinlah, Sampeyan.
Wallahua’lam.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s