Problematika Remaja Dalam Bercinta*

Out of bound Taman Tanjung Puri

Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli S.Psi CH CHt**

Remaja pada masa puber

Fase remaja merupakan perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. Menurut Konpka (Pikunas, 1976) masa remaja ini meliputi (a) remaja awal: 12-15 tahun; (b) remaja madya: 15-18 tahun; (c) remaja akhir: 18-24 tahun. Batas Usia, Usia remaja berkisar antara 11 hingga 24 tahun. Tentu usia remaja akhir ini beririsan dengan masa dewasa dini dimulai diusia 18 Tahun.

Masa Pubertas, Merupakan masa khusus di mana remaja mengalami perubahan dengan cepat, baik fisik maupun psikis. Pubertas adalah masa yang khusus dimana seorang anak mengalami adanya kebutuhan yang sangat kuat pada lawan jenis atau keinginan bercinta begitu mendalam. Ciri yang paling khas pada masa ini adalah cenderung emosional.

Perubahan fisik : masa awal pematangan seksualitas (Haid & mimpi basah); mulai bekerjanya kelenjar seks untuk menghasilkan hormon, akibatnya organ reproduksi mulai dapat di fungsikan.

Perubahan psikis : pematangan psikologis yaitu timbulnya minat / kebutuhan yang sangat kuat untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis, kebutuhan untuk mandiri secara emosional dalam praktek sehari-hari ; perjuangan secara bertahap untuk bisa membebaskan diri dari dominasi orang dewasa agar sampai pada level orang-orang dewasa.

Penyebab dan Proses Jatuh Cinta

Ada banyak hal yang menjadikan seseorang menjadi jatuh cinta, diantaranya karena keindahan fisik semata, karakter atau yang lebih tepat adalah kepribadian yang mencerminkan pemahaman agamanya, kepentingan materi yang diincar, nasab atau dzuriyat alias keturunan.

Proses jatuh cinta bisa terjadi dengan disengaja atau tidak, antara lain pandangan pertama yang ada tindak lanjutnya, persahabatan, adanya pihak ketiga, kemajuan teknologi atau peran media dll.

Berbagai konflik yang dialami oleh remaja

1.Konflik antara kebutuhan untuk mengendalikan diri dan kebutuhan untuk bebas dan merdeka

2.Konflik antara kebutuhan akan kebebasan dan kebutuhan akan ketergantungan kepada orang tua.

3.Konflik antara kebutuhan seks dan kebutuhan agama serta nilai sosial.

4.Konflik antara prinsip dan nilai-nilai yang dipelajari oleh remaja ketika ia kecil dulu dengan prinsip dan nilai yang dilakukan oleh orang dewasa di lingkungannya dalam kehidupan sehari-hari.

5.Konflik menghadapi masa depan.

    Tanda-tanda Remaja Jatuh Cinta

Suka mencuri pandang, grogi, salting, tersenyum sendiri, mengingatnya, menyukai yang disukai kekasihnya, menuruti apa kata kekasihnya, suka bercermin,cemburuan dll

Manajemen Cinta agar Cinta Indah pada Waktunya

Cinta suci adalah cinta yang memiliki tujuan agung yaitu menuju hidup berumah tangga. Cinta sejati hanya akan kita temukan dalam ikatan perkawinan karena keinginan terhadap kesenangan-kesenangan fisik telah berada dalam naungan ikatan suci, bukan sekedar dorongan nafsu yang menuntut untuk dipuaskan, namun telah menjadi perkara yang di halalkan bahkan bernilai ibadah karena membuat cinta akan dipenuhi rasa tentram, kasih sayang dan kecenderungan terhadap pasangan.

Bagi my friend yang masih berada pada usia sekolah atau masih berstatus pelajar, masa remaja akan lebih positif dan menyenangkan jika mengisinya dengan mencurahkan seluruh perhatian pada pengembangan potensi diri, menekuni aktivitas-aktivitas yang disukai dan bermanfaat bagi dirinya, oranglain dan lingkungan. Mari kita kembalikan makna cinta kepada hakikatnya semula, yang sebenarnya merupakan perkara mulia. So, bersihkan diri dari penyimpangan-penyimpangan perilaku yang mengatas namakan cinta dan biarkan cinta yang kamu punya menjadi indah pada waktunya.

Tips menjaga cinta agar indah pada waktunya :

1.    Manfaatkan waktumu dengan kegiatan positif yang kamu sukai

2.    Lakukan olahraga agar pikiran menjadi bersih, jiwa menjadi segar dan fisik menjadi sehat

3.    Ekspresikan cinta yang kamu punya untuk menciptakan kebaikan bagi diri, orang disekitarmu dan lingkungan

4.    Perhatikan dan jaga etika pergaulan serta penampilanmu agar terhindar dari penyimpangan perilaku yang mengatas namakan cinta

5.    Lakukan puasa sebagai terapi ampuh dalam mengendalikan dorongan

nafsu yang terkait dengan keinginan pada terpuaskannya kesenangan-kesenangan fisik sebelum waktunya, agar kamu tidak dikuasainya.

Kecenderungan Remaja

Mengapa remaja cenderung pacaran?

Kalau saya ditanya, mengapa remaja mempunyai kecenderungan berpacaran? Menurut hemat saya : “Ya karena, ada kesalahan dalam mendefinisikan dan mengaplikasikan terkait tugas-tugas perkembangan masa remaja. Juga kesulitan para remaja untuk menstabilkan dirinya ketika pertumbuhan biologis-psikis-maupun fisik mencapai perubahan yang dramatis signifikan”. (Ahmad Nur Irsan Finazli S.Psi CH CHt)

Tugas Perkembangan remaja :

1.    Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik laki-laki maupun perempuan

2.    Mencapai peran sosial baik laki-laki dan perempuan

3.    Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif

4.    Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab

5.    Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya

6.    Mempersiapkan karier ekonomi

7.    Mempersiapkan perkawinan dan keluarga

8.    Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi

Mari kita lihat dari ketiga sisi, Pertumbuhan yang cepat dari aspek BIO – PSIKO – FISIK

Biologis, psikologis, dan fisik bertumbuh secara signifikan dan kurang diimbangi dengan matangnya mental (psikis atau jiwa).

Pacaran “Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002: 807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; [atau] berkasih-kasihan [dengan sang pacar]. Memacari adalah mengencani; [atau] menjadikan dia sebagai pacar.” (PIA: 19) “Sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut (lihat halaman 542) adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama.” (PIA: 20).

Jika definisi-definisi baku tersebut kita satukan, maka rumusannya bisa terbaca dengan sangat jelas sebagai berikut: Pacaran adalah bercintaan atau berkasih-kasihan (antara lain dengan saling bertemu di suatu tempat pada waktu yang telah ditetapkan bersama) dengan kekasih atau teman lain-jenis yang tetap (yang hubungannya berdasarkan cinta-kasih). Singkatnya, pacaran adalah bercintaan dengan kekasih-tetap.”

Karena didalam Islam jelas, perkara “bercintaan” dan “kekasih tetap” yang dihukumi “halal” itu hanya terjadi, jika telah diawali dengan sebuah proses yang disebut dengan “Pernikahan”.

Positif negatif pacaran, dari sisi psikologis

Dalam sebuah artikel ilmiah, menyebutkan bahwa perasaan cinta itu bisa menghipnotis bagian otak kita  yang bekerja sebagai pengontrol depresi dan melakukan analisa. Itulah sebabnya, seseorang yang sedang jatuh cinta akan merasa senang, gembira, sumringah, berbunga-bunga, dan cenderung buta. Nah, artikel ini didukung oleh penelitian dua ilmuan yang meneliti kerja otak ketika seseorang jatuh cinta.Mereka melakukan penelitian menggunakan functional Magnetic Resonance Imager (fMRI) untuk mendeteksi kerja otak. Merreka menemukan kegiatan yang cukup aktif pada bagian otak pengontrol intuisi, perasaan. Sedangkan bagian-bagian otak lainnya tidak bekerja.

Makanya seseorang yang sedang jatuh cinta, sering melakukan hal-hal bodoh, karena mereka (mungkin) bekerja tanpa menggunakan otak melainkan perasaan saja. Artinya, ketika seluruh aktivitas seorang aktifis pacaran dalam keseharian melulu menggunakan perasaan saja yang ujung-ujungnya jatuh pada sakit hati, sedikit demi sedikit dimasuki permasalahan yang tak kunjung ada solusinya. Maka walhasil, meledak-lah jiwanya alias sakit jiwa. Hal di atas bisa kita analogikan dengan “teori balon”. (Ahmad Nur Irsan Finazli S.Psi CH CHt)

Menghindari pacaran menuju sehat jiwa

Jadilah aktifis pacaran pasca pernikahan, menikah dini (muda) menuju sukses hakiki. Untuk lebih jelasnya silakan lihat-baca-pahami OPINI Koran Radar Banjarmasin edisi Jumat 5 September 2008, berjudul “Pernikahan Dini Solusi Tepat untuk Sukses” yang ditulis oleh Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi. Atau klik saja weblog : http://www.irsanfinazli.wordpress.com untuk meg-unduh tulisannya atau sharing permasalahan remaja dan psikologi kontemporer.

*disampaikan pada acara Talk Show Parsel Cinta, bertajuk “Fall in Love to True Love’

yang diselenggarakan Fakultas MIPA Universitas Lambun Mangkurat

di Gedung Fisiologi FK, FMIPA Banjarbaru Ahad 15 Februari 2009

**Hypnotherapist, Psychologist Consultant & Owner

MITRA Solusi Indonesia

juga Seorang penulis aktif diweblog pribadi

dan media massa cetak tentang psikologi dan SDM

HP.0815 215 77400

Berkomunikasi dengan kawan-kawan remaja di kota Banjarbaru…

2 responses to “Problematika Remaja Dalam Bercinta*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s