Solusi Stres dan Frustasi

induction dalam hypnotherapy

induction dalam hypnotherapy

Jembatan Guntung Manggis
Bikin Frustasi

Sebuah Masukan untuk Masyarakatku

Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli S.Psi CH CHt*

DITENGAH masyarakat kita saat ini bahkan beberapa tahun terakhir, sering kita dengar istilah ‘masyarakat yang sedang sakit’. Anggapan beberapa anggota masyarakat kita jika mendengar istilah tersebut, maka akan terfikirkan olehnya sebuah penyakit yang kronis. Lalu apanya yang sakit? Apakah terserang penyakit menular, AIDS, sakit kulit cacar, misalnya. Atau infeksi saluaran pernapasan atas?

Itulah yang terjadi dimasyarakat kita, ternyata mereka terserang penyakit yang sangat membahayakan, penyakit yang bisa merusak keberlangsungan generasi penerus bangsa ini, bukan semata-mata sakit menular pada fisik tetapi lebih dahsyat dari itu. Sakit jiwa atau gangguan kejiwaan, bahasa mudahnya sebagai stres, frustasi bahkan ‘gila’ untuk orang awam.
Contoh kasus terkini, banjir dibeberapa ruas jalan diwilayah Kecamatan Landasan Ulin dan kecamatan Cempaka serta sebagian kecil di Kecamatan Banjarbaru akhir-akhir ini. Yang paling parah di daerah Landasan Ulin Timur tepatnya dibeberapa gang setelah jalan Garuda ke arah Banjarmasin, yakni gang Rahmad, gang Damai, gang Marina, gang Keluarga, dan Langgar Al-Mursyiddin serta Bundaran eks pasar Kamaratih. Membuat warga frustasi harus kemana melaporkan keadaan rumahnya yang tergenag air hujan.

Saluran air dipinggir jalan Ahmad Yani yang nota bene tanggung jawab pemerintah propinsi itu buntu alias ‘pampan’. Bagaimana tidak banjir, lha wong selokannya aja tidak lancar. Masyarakat hanya bisa menggerutu, melapor ke pemerintah terendah tidak ada respon karena mereka juga bingung dalam menunggu tindak lanjut dari Kelurahan maupun Kecamatan.

Tambah lagi, jembatan di simpang tiga guntung manggis tepatnya di jalan ahmad yani km.30 yang tak kunjung selesai yang digarap oleh pemerintah yang terkesan dibiarkan. Penyempitan badan jalan semakin parah ketika dari ketiga arah antri kendaraan besar. Bayangkan bagi warga yang setiap harinya menggunakan jalan tersebut, mereka dibikin stres yang bertubi-tubi. Akibatnya bertumpuklah srtes yang lama kelamaan menjadi ‘gunung’ frustasi yang siap meletus ketika terpantik sumbatan sedikit masalah.

Nah, inilah beberapa hal yang menyebabkan masyarakat stres menunggu-nunggu tindak lanjut dari aparat yang berwajib. Berusaha bekerja bakti bersama warga lain, ya sama saja, selokan di jalan Ahmad Yani saja buntu. Sedangkan warga hampir setiap hari disuguhi dengan genangan demi genangan air yang masuk ke dalam rumah mereka. Belum lagi permasalahan ekonomi yang semakin menghimpit dengan rencana naiknya harga BBM.

Wajarlah seandainya warga masyarakat atau sebut saja beberapa personal yang mengalami kemarahan yang hebat, melapor ke Kelurahan, ee..malah disuruh melapor sendiri ke kimpraswil Kota Banjarbaru. Lha inikan namanya pembodohan masyarakat, lha wong tugas kelurahan kok malah dilimpahkan ke warga. Gimana sih ini !.

Stres demi stres, frustasi demi frustasi, gangguan demi gangguan, permasalahan demi permasalahan, hambatan demi hambatan, ancaman demi ancaman yang dialami seseorang yang tidak kunjung selesai dalam arti tidak ada penyelesaian, ya tunggu sajalah pasti akan meledak. Anda tentu saja paham dengan yang namanya balon anak-anak bukan? Sekarang ulun padahkan sebuah teori balon.

Meletusnya balon itu disebabkan karena apa? Pasti kebanyakan dari kita menjawab pecahnya balon karena tertusuk dengan benda runcing, atau karena di gencet, dipanaskan, dipukul, dibakar, atau ‘ditlindes’kan ban motor dan lain sebagainya yang pada intinya disebabkan karena faktor dari luar.

Perlu sampeyan ketahui, bahwa meletusnya balon itu disebabkan karena tiupan demi tiupan yang masuk ke dalam balon. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi banyak dan tentu saja membesarlah balon itu dan juga mengeras. Jangankan kena benda runcing, benda yang agak runcing saja pasti meletus. Iya nggak? Iyalah.

Sedulurku seberataan, itulah jiwa kita, jiwa masyarakat kita, jiwa sampeyan barataan, jiwa seluruh umat yang namanya manusia, tentu saja manusia yang masih bernyawa. Jiwa yang tak ubahnya sebagaimana balon anak-anak. Paham kalo? Ingat teori ‘balon’. Bila sedikit demi sedikit jiwa kita mengalami permasalahan demi permasalahan yang tak kunjung ada solusi, ya tunggu saja jiwa kita pasti akan meledak, ya meledak dan meledak.

Berarti benarlah sudah bahwa masyarakat kita memang sedang sakit, yang apabila diwariskan kepada generasi berikutnya, yaa…pastilah teramat sangat membahayakan. Betapa tidak, masyarakat atau lebih sempit sebutlah seorang ibu yang setiap harinya bergaul dengan anak-anak pra-sekolah yang usianya ‘golden age’. Dimana seorang ibu tersebut mengalami permasalahan yang tak kunjung ada solusi, permasalahan yang ia harus hadapi menit demi menit. Bisa Anda bayangkan apa yang akan dialami oleh si anak. Akan seperti apa besarnya anaknya nanti? Iya kan?

Kasihan mereka memang, bagi Anda yang tahu pemecahan permasalahan yang ada disekitar  Anda jangan sampai menjadi person yang memperkeruh keadaan. Lebih-lebih bagi sampeyan yang bergelar pemegang kebijakan, pemegang kekuasaan, pemerintah pemegang amanat rakyat. Dan bagi Anda juga yang telah membaca tulisan ini harapan saya menjadi pelopor penyebarluasan teori ‘balon’ ini.

Terus bagaimana solusinya agar balon tidak jadi meletus, ya kempesin aja. Gampang kan? Jangan ragu-ragu untuk ngempesinnya. Hadapi masalahnya, temukan solusinya, laksanakan dan jangan ditunda ngempesinnya. Salahsatunya menggunakan psikoterapi, hipnoterapi. Semoga berhasil.

Wallahu a’lam.

*Hypnotherapist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s