Quis untuk Orang Tua Bijak, Jangan ‘Salting’ ya ?

katarsis dan kreativitas

katarsis dan kreativitas

Kuis ini dibuat untuk membantu Anda menjadi lebih peka dalam memberikan respon pada anak-anak, bukan untuk menyalahkan Anda. Gunakan kuis ini sebagai masukan demi memperkokoh keterampilan Anda sebagai orangtua. Percayalah, kita semua pasti dapat memperbaiki kekurangan yang kita miliki

menunggu kelahiran anak ke-4

menunggu kelahiran anak ke-4

.

1. Si kecil berkata,  “Aku benci sama kakak!”. Anda menjawabnya:
a. “Bunda tahu kamu tak bermaksud membenci kakakmu. Kamu sangat menyayanginya, kan?”
b. “Kedengarannya kamu sedang marah. Mama ingin tahu apa yang membuat kamu merasa demikian.”
c. “Kelihatannya kamu merasa frustrasi. Bagaimana kakak kamu tahu kalau kamu tidak suka dengan perlakuannya terhadap kamu?”

2. Bila anak tidak membereskan mainannya sehabis bermain atau tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya, apakah Anda mengatakan:
a. “Kamu, kok,  sembarangan!”
b. “Ih, berantakan sekali. Ayo, coba kamu bereskan.”
c. “Apa, enggak bikin PR? Kamu memang anak malas.”
d. “Mama sedih kalau kamu tak bisa mengatur waktu belajar dan bermain dengan baik. Mama minta kamu memprioritaskan pelajaranmu.”

3. Bila anak-anak Anda bertengkar karena memperebutkan mainan, reaksi Anda:
a. Membuat mereka mengerti bahwa bila tidak berhenti berkelahi, mainannya akan Anda simpan selama satu hari.
b. Mengatakan mereka harus bermain bersama-sama atau kedua-duanya sama sekali tidak memainkan mainan tersebut.
c. Memberi pujian bila mereka bermain bersama-sama.

4. Seberapa sering Anda mendisiplinkan anak-anak?
a. Jarang
b. Bila mereka berlaku tidak pantas
c. Setiap hari

5.  Si kecil memuntahkan susunya ke lantai. Anda:
a. Memberinya lap dan menyuruhya untuk membersihkannya.
B. Memarahinya sambil berteriak dan mengatakan kepadanya betapa sembrononya dia.
c. Anda memintanya untuk membersihkannya dan memujinya karena bisa lebih mandiri.

6. Anak Anda mengatakan tidak dapat menemukan tas sekolahnya, padahal sudah waktunya untuk berangkat ke sekolah. Tindakan Anda:
a. Panik mencari tas sekolahnya ke seluruh sudut rumah.
b. Mengingatkannya bahwa sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menyiapkan keperluan sekolahnya dan meyakinkannya bahwa dia dapat menemukan tas sekolahnya.
c. Mengatakan, bila dia tidak dapat menemukan tas sekolahnya, dia tetap harus berangkat ke sekolah walaupun tanpa tas sekolahnya dan sesudahnya menekankan padanya, mulai sekarang dia harus meletakkan tas sekolahnya di tempat yang mudah ditemukan.

7. Bila anak berlaku tidak pantas di restoran, Anda:
a. Mengancamnya tidak akan membawanya makan di restoran lagi.
b. Mengatakan, bila dia tidak bersikap baik, semuanya tidak jadi makan dan meninggalkan restoran tersebut.
c. Sebelumnya Anda telah memberitahukan anak bagaimana harus bersikap dan bila tidak mau bekerja sama, dia sudah tahu konsekuensinya.

8. Anak Anda menangis pada saat pulang dari sekolah. Anda:
a. Menanyakan apa yang terjadi dan bila dia menjawab tidak ada apa-apa, Anda mengatakan dia terlihat sedih.
b. Mengatakan padanya tidak ada yang perlu ditangisi dan sebaiknya lupakan masalah yang terjadi.
c. Menanyakan apa yang terjadi dan bila dia mengatakan tidak ada apa-apa, Anda mengatakan ingin tahu apa yang terjadi dan akan mendengarkannya bila dia sudah siap untuk menceritakannya.

9. Salah satu peraturan di rumah adalah anak-anak hanya dapat menonton TV selama satu jam per hari atau main game selama satu jam per hari dan Andalah yang menentukan waktunya:
a. Mengingatkan kepada mereka, waktu menonton TV sudah habis. Bila mereka merengek, Anda tetap berpegang pada peraturan.
b. Mengingatkan sudah waktunya untuk mematikan TV. Bila mereka merengek, Anda mengikuti permintaan mereka dan membiarkan menonton satu acara berikutnya.
c. Mengatakan sudah waktunya untuk mematikan TV. Bila mereka protes, Anda berujar, bila tidak mematikan TVnya sekarang, mereka tidak boleh menonton TV keesokan malamnya.

10. Si kecil berminat mengikuti tim sepakbola. Ini kali pertama dia mengungkapkan minatnya pada bidang atletik. Tetapi sesudah mengikuti beberapa kali latihan, dia merasa tidak bersemangat. Anda mengatakan:
a. “Kamu akan baik-baik saja. Diperlukan waktu untuk dapat bermain dengan baik. Teruskan saja latihannya.”
b. “Kamu benar, kamu tidak terlalu atletis. Mungkin sebaiknya alihkan minat kamu ke bidang seni.”
c. “Sudahlah, tidak perlu khawatir. Nanti kamu juga akan terbiasa. Sabar saja, kamu pasti akan mengalami kemajuan. ”

Fastabiqul Khairat, yuk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s