Psikoterapi & Hypnotherapy

Psikoterapi sesuai dengan namanya merupakan terapi terhadap aspek psikis, atau secara umum merupakan terapi terhadap hal yang berkaitan perasaan dan perilaku manusia. Psikoterapi lebih dekat ke dunia psikologi, karena disiplin ilmu psikologi-lah yang mengembangkan berbagai metode psikoterapi, antara lain : Psychoanalysis, Gestalt Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, dll.

Lalu apa hubungan antara Psikoterapi dan Hipnoterapi ?

***

Seperti telah diketahui bahwa perkembangan Hipnotis dan Hipnoterapi dimulai dari era Mesmer di abad ke-19. Pada saat itu tentu saja teknik Hipnoterapi masih sangat sederhana, hanya sekedar penerapan sugesti langsung, dimana manusia dianggap dapat ”diprogram” dengan bebas dalam keadaan trance. Oleh karena itu hipnoterapi di masa silam lebih bersifat spekulasi, atau dapat dikatakan memiliki tingkat kesuksesan yang rendah.

Di sisi lain, psikoterapi yang dikembangkan oleh dunia psikologi semakin berkembang, akan tetapi pada umumnya psikoterapi diterapkan dalam kondisi klien sepenuhnya ”sadar”, sehingga menimbulkan kerumitan tersendiri.

Sebagai contoh salah satu teknik Psikoterapi untuk mengatasi phobia adalah dengan metode ”Systematic Desensitization”, atau mengurangi sensitivitas secara bertahap dan sistematis. Misalkan seorang klien mengidap phobia terhadap kecoa, maka klien tersebut akan ”dilatih” secara bertahap untuk menghadapi kecoa secara fisik, dimulai dari jarak tertentu, dan akhirnya semakin dekat.

Tentu saja teknik Systematic Desensitization ini cukup merepotkan jika phobia yang dihadapi klien adalah phobia yang membutuhkan alat peraga yang lebih rumit, misalkan phobia ular, phobia naik pesawat terbang, dll.

Hipnotis dapat menciptakan kondisi ”trance” dimana dalam kondisi ini klien dapat membayangkan sesuatu secara jelas, bahkan dapat masuk kepada kondisi ”benar-benar mengalami”. Misalkan benar-benar nyata mengalami naik pesawat terbang, melihat ular, bahkan memegang ular.

Dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Psikoterapi dan Hipnoterapi, jika kekuatannya digabungkan, maka akan menghasilkan metode terapi yang jauh lebih efektif.

Oleh karena itu, pada hari Hipnoterapi moderen banyak mengadopsi teknik-teknik yang berasal dari Psikoterapi, misalkan : Gestalt, Parts Therapy, Forgiveness Therapy, dll. Dimana teknik-teknik ini akan menjadi sangat efektif jika diimplementasikan ketika klien dalam keadaan trance.

Hal ini pulalah yang menyebabkan munculnya berbagai variasi dalam pelatihan Hipnoterapi. Saat ini ada pelatihan Hipnoterapi yang berdurasi 8 jam, ada pula yang 36 jam, 100 jam, bahkan 300 jam. Dimana perbedaan utamanya ? Ya, perbedaan utamanya justru kepada banyaknya pengetahuan Psikoterapi yang ditambahkan.

Bagaimana pula dengan seorang Hipnoterapis yang hanya dilatih dalam waktu yang singkat, memiliki ketrampilan yang tinggi untuk menempatkan klien ke kondisi trance tetapi tidak memperoleh pelatihan Psikoterapi ? Tentu saja mereka ini dapat mempelajari Psikoterapi secara mandiri, karena berbagai info mengenai Psikoterapi terkini sangat mudah diperoleh di buku-buku psikologi populer dan juga di dunia maya. Hanya dibutuhkan kemampuan untuk belajar secara mandiri dan kemauan untuk mengembangkan kreativitas …..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s